PNS Diganti Robot, Pengamat Sebut Bisa Hilangkan Pungli di Indonesia

PNS Diganti Robot, Pengamat Sebut Bisa Hilangkan Pungli di Indonesia

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah berencana untuk mengganti Pegawai Negeri Sipil dengan tenaga robot. Wacana tersebut diduga akan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara.

Setidaknya, dengan begitu tindakan merugikan yang selama ini dilakukan oleh beberapa oknum bisa hilang. Salah satunya adalah tindakan pungutan liar atau pungli.

Sudah menjadi rahasia umum praktek pungli banyak sekali terjadi terutama dilakukan oleh PNS yang bekerja di pelayanan publik. Dengan adanya perubahan tenaga kerja pelayanan publik dengan robot maka tindakan yang merugikan masyarakat tersebut tidak akan ada lagi di Indonesia.

“70% pekerjaan yang interaktif dengan rakyat seperti di kelurahan, kecamatan, kantor Walikota/Bupati harusnya bisa diganti teknologi. Ini akan membuat rakyat lebih puas, karena bisa sekaligus berantas pungli, dan korupsi,” ujar Akademisi dan Praktisi dari Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Jumat 26 November 2021.

Seperti yang diketahui bahwa tindakan pungli sering terjadi dalam pengurusan surat-surat dan perpanjangan izin. Sehingga pelayanan inilah yang dinilai harus digantikan dengan robot.

Baca Juga

“Apa saja yang digantikan robot, misalnya seperti customer contact, surveilance terhadap lalulintas/pembuangan sampah, pengurusan/perpanjangan izin, surat tanah,” katanya.

Selanjutnya ada pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah juga memiliki pendapat yang sama. Bahwa kegiatan pungli bisa dihilangkan jika kegiatan PNS yang berhubungan dengan publik diganti dengan robot.

Bagian layanan yang bisa diganti misalnya pembuatan KTP, itu bisa diganti. Pelayanan samsat bisa diganti juga. Jadi bisa menghilangkan pungutan liat yang masih sering ada,” ucap Trubus, dilansir dari CNBC Indonesia.

Meski demikian, hal ini memang tidak mudah dilakukan. Sebab, pemerintah membutuhkan dana yang besar serta kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bisa menciptakan teknologi tingkat tinggi untuk membuat robot.

“Jadi ini pasti dalam jangka waktu panjang. Jangka pendek dan menengah akan sulit,” kata Trubus.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.