Polda Sulsel Akan Pidanakan Penyebar Hoax Terkait Bencana di Media Sosial

Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo

Terkini.id, Makassar – Semenjak memasuki musim penghujan, banyak informasi hoax beredar di media sosial. Seperti info gempa besar akan terjadi di Sulsel, kabar angin munson yang simpang siur, dan kabar hoax kondisi bendungan bili-bili yang mencatut nama Bupati Gowa.

Semuanya viral dimedia sosial dan grup WA. Sehingga sangat meresahkan masyarakat. Warga jadi tidak tenang dalam beraktivitas.

Melihat fenomena ini, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengaku akan menindaklanjuti semua informasi hoax yang beredar di media sosial.

Masyarakat dan pengguna media sosial di Sulsel diminta tidak sembarang menyebar informasi. Jika belum terbukti kebenarannya.

“Penyebar hoax akan kita lidik dan proses secara hukum,” tegas Tompo kepada Makassar Terkini, Senin 13 Januari 2020.

Tompo mengatakan akan mengklarifikasi setiap informasi yang beredar di media sosial. Kemudian mensosialisasikan ke masyarakat. Mana informasi yang benar dan mana informasi hoax.

“Kami harap masyarakat bijak menggunakan media sosial. Jangan menyebarkan informasi yang tidak akurat,” kata Tompo.

Dia menambahkan, pelaku yang terbukti menyebar hoax akan dikenakan sanksi pidana. “Hal tersebut menimbulkan dampak kamtibmas yang luas,” ujar Tompo.

Komentar

Rekomendasi

Belum Cukup Setengah Hari, 38 Orang Dimakamkan karena Corona di DKI Jakarta

Pemprov Sulsel Kaji Dampak Korona di Industri Pariwisata dan Ekraf

Bupati Morowali Utara Meninggal di Makassar, Sempat Dites Covid-19

Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia di RSUP Wahidin Makassar

Polisi Tangkap Warga yang Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Terduga Corona

Viral, Driver Ojol Ini Lindungi Makanan Pesanan Pelanggan dari Semprotan Disinfektan

Hendak Kabur, Pasien Positif Corona Ini Pukul dan Gigit Perawat

Beredar Kabar 6 Penumpang Kapal dari Sulawesi Positif Corona, Ini Faktanya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar