Masuk

Serangan Hoaks Makin Masif Jelang Pilpres, AMSI Gelar Training Prebunking di Manado

Komentar

Terkini.id, ManadoSerangan hoaks selalu masih setiap menjelang Pemilihan Umum, khusus Pemilihan Presiden atau Pilpres.

Mengantisipasi serangan Hoaks yang masif, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar Training Pre Bunking di Manado, Sulawesi Utara, 30 September 2022.

Training Pre Bunking ini menjadi bagian dari upaya melawan hoaks yang digencarkan AMSI bersama Google News Initiative,  Cek fakta, Mafindo dan Aliansi Jurnalis Independen.

Baca Juga: Hati-Hati, Kemenaker Pastikan Formulir Pengisian Data penerima BSU Secara Online yang Beredar Hoax, Berikut Ulasannya

Training yang dihadiri para jurnalis dan pegawai Dinas Komunikasi dan Informasi pemerintah di Sulawesi Utara itu berlangsung hingga 1 Oktober 2022.

Training tersebut dihadiri Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro, Koordinator Wilayah AMSI Indonesia Timur Upi Asmaradhana dan Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prast.

Upi Asmaradhana menjelaskan, saat rata-rata setiap orang di Indonesia menerima 5 hingga 6 kabar hoaks per hari. 

Baca Juga: Kapal Perang Asing Masuk Wilayah RI Dikepung, KSAL: Hoax itu Masa Ada Kapal Dikepung

“Hoaks ini dikerjakan oleh orang orang yang ingin Indonesia terpecah, membuat masyarakat saling mencurigai dan memfitnah antara satu sama lain.

Kegiatan ini bagian dari upaya melahirkan informasi yang sehat. Sumber-sumber informasi yang kredibel dan bermanfaat itu hal niscaya dan harus dikerjakan semua pihak, bukan cuma AMSI,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Training Pre Bunking digelar untuk mengedukasi masyarakat agar ‘memotong’ rantai informasi hoaks yang beredar supaya tidak menyebar lebih masif.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta diajarkan cara cara mengidentifikasi hoaks dengan menggunakan berbagai tools.

Baca Juga: Heru Budi Tegaskan Tidak Ada Surat untuk Presiden Jokowi yang Bocor

Sementara, Sapto Anggoro mengungkapkan peran penting media dalam melawan arus informasi hoaks. Dia juga menceritakan awal mula gerakan cek fakta yang dimulai oleh media Tirto.id dengan bekerja sama Facebook.

Pendiri media tirto.id itu mengungkapkan, media yang diawasi Dewan Pers tentu menjalankan kode etik setiap kali menyebarkan informasi. Tidak seperti akun media sosial kebanyakan yang langsung menyebarkan informasi yang diterima, media harus mengonfirmasi dan mengecek kebenaran informasi tersebut sebelum diposting.

Training Pre Bunking ini merupakan tindak lanjut dari ToT Prebunking yang digelar AMSI beberapa pekan sebelumnya. Salah satu trainer yang memberi materi adalah Ketua AMSI Sulawesi Selatan, Herwin Bahar.