Polemik BPJS, Wabup Mediasi Dirut RSUD dan Kepala BPJS Jeneponto

Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasi pertemukan direkrut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang dengan Kepala BPJS Jeneponto, di ruang kerja wakil bupati, Rabu, 16 Januari 2019.

Terkini.id,Jeneponto – Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasi pertemukan direkrut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang dengan Kepala BPJS Jeneponto, di ruang kerja wakil bupati, Rabu, 16 Januari 2019.

Wakil Bupati mempertemukan keduanya untuk memediasi terkait klarifikasi saling klaim utang  pihak BPJS di RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto.

“Untuk menyikapi pelayanan prima, cepat tepat dan terarah, melihat di media bahwa ada pernyataan dari pihak BPJS mengatakan dirinya tidak berhutang ke rumah sakit sebanyak 20 miliar, setelah mengkaji saya malah sepakat secara administrasi bahwa pihak BPJS belum boleh dikatakan berutang sebanyak itu, karena proses administrasi klaim belum sepenuhnya 5 bulan yang diproyeksi oleh rumah sakit itu belum masuk semua,” kata Paris.

Dari hasil pertemuan tadi, pertanggungjawaban claim belum masuk sampai bulan Desember.

“Ternyata secara legitimasi memang belum boleh dikatakan berutang, Namun kami juga sepakat bahwa kurang lebih utang 20 miliar, boleh kurang boleh lebih karena kita belum lihat Berapa jumlah jumlah bulan Desember untuk rawat inap dan rawat jalan, karena hitungannya di situ,” ungkap Paris.

Menurutnya, RSUD baru memasuki pertanggung jawaban bulan Agustus sampai November, bulan Agustus 2018 itu rawat jalannya 3.298 kasus, sekitar 700 juta lebih dan kita harus pakai data dan di bulan September, Oktober dan November itu jelas semua berapa jumlah tindakan berapa jumlah kasus.

“Pak Iksan selaku pihak BPJS menyampaikan pemberitaan itu, namun harus diluruskan bahwa proyeksi yang dimaksud oleh pihak rumah sakit belum sepenuhnya berada di tangannya,” ujarnya .

Selaku pemerintah daerah atas petunjuk Bupati, Paris menginstruksikan agar  persoalan ini harus cepat teratasi karena ini juga bagian dari pada proses pelayanan kalau ini yang bermasalah maka proses pelayanan di Rumah Sakit akan terhambat.

“Tentu kita harus memiliki langkah-langkah ke depan kita tidak mau begini terus saya berharap Pak kepala Rumah Sakit direktur Rumah Sakit lanto Daeng pasewang menyikapi peluang-peluang di mana ada potensi kita bekerjasama dengan pihak perbankan yang telah ditunjuk bekerjasama dengan BPJS,” tuturnya.

Wakil Bupati Jeneponto juga berharap kepada direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang agar langkah-langkah yang telah diupayakan itu disampaikan langsung ke Bupati.

Berita Terkait