Terkini.id, Makassar – Diksi ‘Polisi Sampah’ yang dicanangkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendapat sejumlah kritik. Pemilihan nama tersebut dianggap memberi citra negatif terhadap polisi.
Salah satunya, Sekretaris KBPP Polri Sulawesi Selatan, Zakir Sabara yang melayangkan kritik terhadap diksi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang hendak membentuk pengawas kebersihan dengan nama ‘Polisi Sampah’.
“Mengapa yang anda buat bukan satgas sampah, atau personil patroli sampah atau entah memang sengaja memilih diksi polisi sampah sebagai sindiran atas kondisi yang mendera internal kepolisian beberapa hari belakangan ini,” kata Zakir, Rabu, 19 Oktober 2022.
Menurutnya, pemilihan diksi ‘Polisi Sampah’ secara psikososial akan semakin menambah beban moral jajaran pimpinan kepolisian dan seluruh personil yang ada untuk melakukan upaya percepatan perbaikan citra dan pemulihan kepercayaan masyarakat.
Padahal, untuk hal-ihwal mengembalikan wibawa dan citra kepolisian bukan hanya tanggung jawab pimpinan kepolisian dan jajarannya.
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Hemat Anggaran, Munafri Arifuddin Andalkan Mobil Listrik Warisan Pemerintahan Lama
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
- Wali Kota Makassar Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
- Hadir di Macawa Fest, Walikota Makassar Apresiasi Ruang Ekspresi Kreatif Anak Muda
Namun, kata dia, tanggung jawab semua anak bangsa lebih khusus yang kebetulan mendapatkan amanah sebagai kepala daerah (gubernur, bupati dan wali kota).
“Amat sangat disayangkan pilihan diksi ‘Polisi Sampah’ secara gegabah disematkan untuk sebuah program pemerintah daerah yang digulirkan oleh seorang wali kota,” sebutnya.
Saat ini, Zakir mengatakan dirinya bisa menerawang sembari merasakan betapa berat beban moral pimpinan tertinggi jajaran kepolisian dalam hal ini Kapolri yang saban waktu menguras segala kemampuan yang dimilikinya untuk mengembalikan citra dan wibawa polisi.
“Akan tetapi bak nila setitik merusak susu sebelanga, pilihan diksi ‘Polisi Sampah’ sekali lagi membuat langkah Kapolri sedikit terantuk kerikil kecil nan tajam menembus sepatu menusuk tapak kaki,” tuturnya.
Dalam situasi ini, Ia menilai seharusnya ada sedikit empati atas sejumlah masalah yang dihadapi internal kepolisian dengan tidak menambah sejumlah istilah yang mencitrakan secara negatif kepolisian republik Indonesia.
“Dalam artian kalau tidak bisa mengambil peran untuk memperbaiki citra dan wibawa kepolisian paling tidak jangan ikut menambah diksi citra buruk kepolisian,” tuturnya.
Sebelumnya, Danny Pomanto, sapaannya, menjuluki pengawas kebersihan ini dengan Polisi Sampah namun itu tidak digunakan.
Pengawas kebersihan ini diberi nama Pasukan Penindakan Anti Kotor (Pakandatto) bukan ‘Polisi Sampah’. Istilah ini berasal dari bahasa Makassar yang artinya menjitak.
Adapun tugasnya, mereka mengawasi persampahan di setiap lorong-lorong. Sampah yang menumpuk akan dilaporkan langsung ke Wali Kota Makassar.
Jika ada laporan yang masuk dari petugas sampah, maka lurah setempat yang akan bertanggungjawab.
“Pa jamma-jamma (tukang lapor) kira-kira ini. Laporannya langsung ke saya. Jadi saya langsung kontrol,” kata Danny.
Inisiasi pembentukan petugas kebersihan ini dilakukan lantaran banyaknya laporan warga yang berserakan. Dengan begitu kinerja para lurah di setiap kelurahan akan kelihatan.
“Bagaimana lurahnya tidak kerja ini, ini didapat semua ini tidak diangkut apa semua,” kata Danny.
Pengawas kebersihan ini diambil dari laskar pelangi di 153 kelurahan. Mereka akan berkeliling meninjau kondisi kebersihan kelurahan masing-masing.
Mereka yang terpilih akan dikontrol secara langsung oleh Wali Kota Makassar, serta mendapatkan fasilitas berupa handphone dan baju khusus.
Danny Pomanto pun menegaskan bahwa dalam pembentukan pengawas kebersihanya, tidak akan dilakukan penambahan orang, namun memilih laskar pelangi yang telah ada di masing-masing kelurahan.
Hal ini bertujuan untuk membantu tugas-tugas dari petugas kebersihan dan satuan polisi pamong praja dalam hal penegakan peraturan daerah mengenai persampahan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
