Terkini.id, Jakarta – Penyidik Ditkrimum Polda Kepri menyampaikan jasad Warga Negara Indonesia (WNI) yang diteukan di dalam freezer kapal berbendera Tiongkok tewas karena dianiaya.
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa satu orang Warga Negara Tiongkok telah ditetapkan tersangka penganiayaan tersebut.
Pihak Polda Kepri terus melakukan pemeriksaan secara maraton dan intensif terhadap puluhan ABK kapal ikan berbendera Tiongkok tersebut, yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117.
Pemeriksaan tersebut terkait ditemukannya jenazah Hasan Afriadi.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan satu warga China sebagai tersangka penganiayaan terhadap korban Hasan Afriadi.
- Perkuat Posisi di Selat Malaka, Pelindo Gelar Soft Launching NTAA di Perairan Nipa
- Keisha Ratu Utami Peserta Pertama Lolos, ini 3 Nama Putri Utusan Sulsel ke Seleksi Paskibraka Nasional
- Musprov KADIN Sulsel 2026 Terapkan Digitalisasi Pendaftaran Peserta dan Kandidat Ketua
- KADIN Sulsel Siap Gelar Musprov VIII, Pendaftaran Calon Ketua Mulai Dibuka 28 Mei 2026
- PSMTI Sulsel Ajak Publik Sikapi Polemik Cathlyn secara Bijak dan Bermartabat
Menurut keterangan Jonathan, salah seorang WNI ABK Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, dia dan termasuk ABK lainnya asal Indonesia kerap menjadi sasaran penganiayaan para ABK asal China, Terutama oleh mandor dan nahkoda kapal.
“Kami ABK asal Indonesia hampir setiap hari dianiaya, tak hanya dengan tangan kosong, mandor dan nahkoda kapal juga kerap menganiaya menggunakan besi, kayu dan peralatan lainnya. Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China,” ujar Jonathan dikutip dari Sindonews.
Dirkrimum Polda Kepri kombes Pol Arie Darmanto mengatakan, dari keterangan saksi, penyidik sementara menetapkan satu tersangka yakni S warga negara China yang merupakan mandor kapal ikan berbendera China tersebut.
“S diketahui kerap menyiksa korban Hasan yang berujung tewasnya korban. Dari hasil visum diketahui korban meninggal dunia akibat penganiayaan, ditemukan banyak luka lebam akibat benda tumpul di bagian kepala, dada, punggung dan pinggang,” pungkasnya. (Baca: Kapal China Simpan Jenazah Seorang WNI di Dalam Frezer).
Sebelumnya, TNI AL bersama Polair Polda Kepri mengamankan dua kapal ikan berbendera China di Perairan Pulau Nipah.
Dua kapal nelaya yakni Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117 ini sebelumnya dilaporkan oleh keluarga salah seorang ABK terkait penganiayaan. Saat digeledah, petugas menemukan jenazah Hasan Afriadi, ABK asal Lampung yang disimpan di dalam lemari pendingin ikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
