Masuk

Polisi: Jasad WNI yang Ditemukan dalam Frezer Tewas Dianiaya, Satu WNA Tersangka

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Penyidik Ditkrimum Polda Kepri menyampaikan jasad Warga Negara Indonesia (WNI) yang diteukan di dalam freezer kapal berbendera Tiongkok tewas karena dianiaya.

Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa satu orang Warga Negara Tiongkok telah ditetapkan tersangka penganiayaan tersebut.

Pihak Polda Kepri terus melakukan pemeriksaan secara maraton dan intensif terhadap puluhan ABK kapal ikan berbendera Tiongkok tersebut, yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117.

Baca Juga: Cerita Seorang WNI di Korsel Soal Perayaan Halloween di Itaewon

Pemeriksaan tersebut terkait ditemukannya jenazah Hasan Afriadi.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan satu warga China sebagai tersangka penganiayaan terhadap korban Hasan Afriadi.

Menurut keterangan Jonathan, salah seorang WNI ABK Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, dia dan termasuk ABK lainnya asal Indonesia kerap menjadi sasaran penganiayaan para ABK asal China, Terutama oleh mandor dan nahkoda kapal.

Baca Juga: Beberapa WNA Meninggal Saat Perayaan Halloween di Itaewon

“Kami ABK asal Indonesia hampir setiap hari dianiaya, tak hanya dengan tangan kosong, mandor dan nahkoda kapal juga kerap menganiaya menggunakan besi, kayu dan peralatan lainnya. Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China,” ujar Jonathan dikutip dari Sindonews.

Dirkrimum Polda Kepri kombes Pol Arie Darmanto mengatakan, dari keterangan saksi, penyidik sementara menetapkan satu tersangka yakni S warga negara China yang merupakan mandor kapal ikan berbendera China tersebut.

“S diketahui kerap menyiksa korban Hasan yang berujung tewasnya korban. Dari hasil visum diketahui korban meninggal dunia akibat penganiayaan, ditemukan banyak luka lebam akibat benda tumpul di bagian kepala, dada, punggung dan pinggang,” pungkasnya. (Baca: Kapal China Simpan Jenazah Seorang WNI di Dalam Frezer).

Sebelumnya, TNI AL bersama Polair Polda Kepri mengamankan dua kapal ikan berbendera China di Perairan Pulau Nipah.

Baca Juga: Lah Kok? Sekarang WNA Bisa Bikin KTP, Masyarakat Resah: Untuk Pemilu 2024?!

Dua kapal nelaya yakni Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117 ini sebelumnya dilaporkan oleh keluarga salah seorang ABK terkait penganiayaan. Saat digeledah, petugas menemukan jenazah Hasan Afriadi, ABK asal Lampung yang disimpan di dalam lemari pendingin ikan.