Terkini.id, Jakarta – 22 orang warga negara asing (WNA) turut meninggal diantara 151 orang yang terkonfirmasi meninggal pada perayaan Halloween di distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam waktu setempat.
Dilansir dari Kantor berita Reuters, hal ini disampaikan kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Sung-beom pada saat briefing di tempat kejadian dan menambahkan 82 orang terluka, 19 di antaranya serius.
Kata Choi, banyak dari korban adalah wanita berusia 20-an, sementara warga asing yang meninggal termasuk orang-orang dari China, Iran, Uzbekistan dan Norwegia. Banyak dari mereka yang tewas berada di dekat klub malam, sambung Choi.
Kerumunan besar yang merayakan pesta Halloween di distrik Itaewon yang populer melonjak ke sebuah gang pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam, kata pejabat darurat, menambahkan jumlah korban tewas bisa meningkat.
Itu adalah acara Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun setelah negara itu mencabut pembatasan Covid-19 dan jarak sosial. Banyak pengunjung pesta mengenakan topeng dan kostum Halloween.
- Heboh, Seorang WNA Ngamuk dan Aniaya Dua Nenek-nenek Penghuni Apartemen
- Heboh, Gegara Selundupkan Kokain Cair ke Botol Sampo, Seorang WNA Diciduk Polisi
- Cerita Seorang WNI di Korsel Soal Perayaan Halloween di Itaewon
- Lah Kok? Sekarang WNA Bisa Bikin KTP, Masyarakat Resah: Untuk Pemilu 2024?!
- Jubir PSI Mengaku Ironis Jika Formula E Banyak Disaksikan WNA, Andi Sinulingga: Justru Bagus Banyak Uang Masuk ke Negara
Pada hari Minggu, 30 Oktober 2022 pagi, kostum dan barang-barang pribadi bercampur dengan bercak darah di jalan sempit. Korban selamat berkerumun di bawah selimut darurat di tengah kerumunan pekerja darurat, polisi, dan media.
Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol mengumumkan masa berkabung nasional pada hari Minggu, 30 Oktober 2022 setelah pesta Halloween menewaskan sekitar 151 orang di kawasan hiburan malam di Seoul pada Sabtu Malam waktu setempat.
Presiden Yoon menyatakan belasungkawa kepada para korban, kebanyakan remaja dan orang-orang berusia 20-an, dan keinginannya untuk pemulihan yang cepat bagi banyak orang yang terluka.
“Ini benar-benar tragis. Tragedi dan bencana yang seharusnya tidak terjadi terjadi di jantung kota Seoul tadi malam,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Presiden Yoon mengadakan pertemuan darurat dengan pembantu senior dan memerintahkan satuan tugas dibentuk untuk mengamankan sumber daya untuk merawat yang terluka dan meluncurkan penyelidikan menyeluruh penyebab bencana.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
