Terkini.id, Jakarta – Pihak kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menaikkan status kasus dugaan hoaks Hadi Pranoto dan Anji ke tingkat penyidikan.
Status penyidikan tersebut ditetapkan usai melakukan gelar perkara dan memeriksa Muannas Alaidid sebagai pelapor dan dua saksi.
“Perkara ini ditingkatkan dari penyelidikan naik ke penyidikan,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis 6 Agustus 2020 dikutip dari tirto.id.
Kasus tersebut dinilai penyidik melanggar Pasal 28 juncto Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Akan tetapi, belum ada tersangka dalam hal ini. Selanjutnya polisi akan melengkapi berkas perkara serta memeriksa keterangan ahli bahasa, pihak Ikatan Dokter Indonesia, ahli teknologi.
- Dari Sekolah ke Sekolah, Honda Hype School Dekatkan Honda dengan Generasi Muda
- Kepala Badan P2SDM Kemenhut Kukuhkan 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar
- Cabor Sepak Bola dan Futsal Putri Akhirnya Diikutsertakan pada Porprov Sulsel 2026
- Honda Hype School Perluas Edukasi Safety Riding ke Pelajar di Tiga Daerah
- Bukan Sekadar Otomotif, Honda Experience Day Asmo Sulsel Kumpulkan 40 Kantong Darah
Pekan depan, lanjut Yusri lagi, penyidik bakal meminta keterangan Hadi Pranoto dan Anji selaku pemilik akun Youtube Dunia Manji.
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Anji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong.
Laporan terdaftar Nomor: LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ bertanggal 3 Agustus 2020. Sementara itu, Hadi berencana mengadukan balik pelapor (Muannas Alaidid) karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya dan berusaha mematikan karakternya di publik. “Saya siap laporkan balik, itu pasti,” katanya.
Hadi mengaku telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk menggugat secara materil dan immateril. Hadi akan menuntut kerugian US$10 miliar karena tidak sebanding dengan yang ia dapatkan. Ia bilang hasil risetnya lebih besar daripada nominal gugatan.
Berkaitan dengan sematan ‘profesor’, Hadi menyatakan dia tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai profesor.
Ia hanya sebagai Ketua Tim Riset Herbal Antibodi COVID-19. Sematan itu dia sebut bisa saja karena kebanggaan Anji terhadap dirinya.
“Melihat yang saya kerjakan, membuahkan hasil dan memberikan dampak positif kepada saudara-saudara yang terinfeksi COVI-19,” jelas Hadi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
