Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Covid-19, IDI Minta Polisi Turun Tangan

Terkini.id, Jakarta – Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merespons klaim Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat Covid-19.

Hadi Pranoto yang mengaku pakar mikrobiologi mengklaim bahwa ia telah menemukan obat penyembuh Covid-19.

Pengakuannya itu ia sampaikan saat diwawancarai musisi Anji Manji.

Baca Juga: Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Covid-19, Anggota TNI...

Menanggapi klaim tersebut, Wakil Ketua Umum PB IDI, Adib Khumaidi, menyatakan bahwa Hadi Pranoto bukanlah anggota dari kelompok profesi itu.

“Kami coba cari di daftar anggota IDI tidak ada Hadi Pranoto seperti di dalam video,” kata Adib, Minggu 2 Agustus 2020 seperti dikutip dari kompascom.

Baca Juga: Pemprov Pastikan Perketat Protokol Kesehatan Saat Peringatan HUT ke-352 Sulsel

Pihaknya mengatakan, memang menemukan seseorang bernama Hadi Pranoto sebagai staf pengajar di Universitas Mulawarman.

Namun, kata Adib, orang itu bukanlah Hadi Pranoto yang ada di video Anji tersebut.

Ia pun mengungkapkan sudah mengontak kelompok ahli mikrobiologi. Hasilnya, tidak ada yang mengenal Hadi Pranoto.

Baca Juga: Pemprov Pastikan Perketat Protokol Kesehatan Saat Peringatan HUT ke-352 Sulsel

“Kami ada grup, semuanya mengatakan tidak mengenal beliau,” ujar Adib.

Oleh karenanya, ia meminta aparat kepolisian untuk turun tangan menelusuri latar belakang Hadi Pranoto.

Sebab, kata Adib, ada kemungkinan Hadi Pranoto telah melakukan pembohongan publik.

“Dia bukan seorang dokter atau ahli mikrobiologi bahkan mengaku sebagai profesor, ini kan tentunya harus ditelusuri oleh aparat, bukan tidak mungkin ada kebohongan publik yang dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan sosok Hadi Pranoto yang disebut sebagai profesor dan ahli mikrobiologi di sesi wawancara musisi Anji Manji.

Dalam video wawancara tersebut, Hadi mengklaim telah menemukan obat atau herbal antibodi untuk menyembuhkan Covid-19.

Dalam klaimnya itu, Hadi Pranoto mengaku sudah menyembuhkan ribuan orang.

Bahkan menurutnya, obat anti Covid-19 tersebut bisa menyembuhkan hanya dalam jangka waktu dua sampai tiga hari untuk pengobatan.

Bagikan