Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka Atas Kasus Pengeroyokan di Barukang

Polisi line/ ist

Terkini.id, Makassar – Polres Pelabuhan Makassar menetapkan 4 orang sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap tetangganya sendiri.

Mereka adalah RB (50), RP (27), WB (26), dan DA (18). Keempat tersangka tersebut merupakan ibu dan anak yang tinggal di Jalan Barukang, Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Perkelahian tersebut terjadi di kediaman mereka di Jalan Barukang setelah terjadi cekcok antara sang ibu dengan tetangganya.

RB menceritakan hal itu bermula saat PDAM meminta Kartu Keluarga untuk dikumpulkan ke pihak Petugas PDAM sebagai syarat mendapatkan air bersih.

“Masyarakat langsung memberikan KK ke petugasnya, bukan diserahkan melalui saya sebagai ibu RT, tapi tetanggaku langsung ngomel-ngomel karena KK-nya tidak diambil,” kata RB, Jumat, 4 September 2020.

Menarik untuk Anda:

RB mengatakan dirinya mengaku terpancing saat tetangganya mengomel kepadanya. Maka terjadilah perkelahian.

“Anakku lama baru datang, itu pun untuk melerai, tapi laporannya di polisi katanya dikeroyok,” ungkapnya.

Semenjak, Kuasa Hukum RB, M Yusuf Rajab mengatakan kliennya dilaporkan oleh tetangganya sendiri lantaran terjadi perkelahian antara ibu-ibu.

“Yang jadi masalah mamanya yang berkelahi lantas anaknya semua diambil. Pihak kepolisian juga tidak melakukan pemanggilan klarifikasi, penetapan tersangka sampai dilakukan penahanan,” kata Yusuf, Jumat, 4 September 2020.

Ia mengatakan bila kliennya ditahan maka pihak keluarganya wajib melakukan penandatanganan. Namun, hal tersebut juga tak dilakukan pihak kepolisian.

Lantaran menemukan ada keganjilan dalam proses penyidikan ke penyelidikan, Ia menyebut telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar terkait proses hukum yang dilakukan oleh pihak penyidik Sat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar.

“Kami meminta Kapolres Pelabuhan Makassar dan Kasat Reskrim Pelabuhan Makassar selaku penyidik agar tidak melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2),” kata dia.

Ia beralasan bahwa saat ini perkara tersebut berada dalam tahap praperadilan. Sehingga, Yusuf meminta kepolisian menunggu putusan hukum dari Pengadilan Negeri Makassar yang bersifat final dan mengikat.

“Permohonan praperadilan yang kami ajukan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Makassar dengan No Register Perkara : 16.Pid.Pra/2020/PN.Mks, Tanggal 31 Agustus 2020. Beberapa hari ke depan akan dimulai proses persidangannya,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Pelabuhan Makassar AKP Theodorus Echeal Setiyawan menyebut kasus pengeroyokan tersebut memasuki tahap final.

“Kasusnya sudah P21 dan itu sudah finis,” kata Kasat Reskrim AKP Theodorus Echeal Setiyawan, Jumat, 4 September 2020.

P21 adalah pemberitahukan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap. P21 merupakan salah satu kode sesuai Keputusan Jaksa Agung no 132/JA/11/94 tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana.

Dalam berkas yang sudah diperbaharui itu, penyidik telah mengikuti seluruh petunjuk jaksa, di antaranya memanggil saksi baru

Ia mengatakan, bila pemberkasan kasus tersebut masih di tahap P-18 atau hasil penyelidikan belum lengkap, maka masih memungkinkan menempuh jalur praperadilan.

“Sudah keluar P-21 baru dia (pengacara) ajukan praperadilan, itu salah,” ungkapnya.

Lantaran pandemi Covid-19 dan salah satu di antara tersangka tersebut ada yang hamil, Theodorus mengatakan pihaknya tak melakukan penahanan.

“Tapi prosesnya tetap lanjut kecuali kalau terjadi perdamaian di antara keduanya,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gaspool, KPK Kini Tangkap Wali Kota di Jawa Barat

Din Syamsuddin, Bachtiar Nasir hingga Tengku Zul Terdepak dari Kepengurusan MUI yang Baru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar