Terkini.id, Jakarta – Kasus pemotongan hewan kucing dan anjing diungkap kepolisian di Medan, Sumatera Utara. Diperkirakan ada ribuan kucing yang dipotong dalam setahun.
Animal Defenders Indonesia menyampaikan, mengkonsumsi daging anjing dan kucing bisa berpotensi tertular penyakit.
Begitupun anggapan dapat menyembuhkan asma adalah mitos. Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru mengatakan, konsumsi daging kucing dan anjing di Medan tinggi.
“Kalau di Medan, kasus kucing dan anjing (dikonsumsi) jelas tinggi. Untuk kasus daging anjing, Medan buat saya nomor 2, nomor 1 itu Jawa, di Surakarta, Solo Raya. Jakarta itu nomor 3,” katanya di Mapolsek Medan Area, Selasa 2 Februari 2021 seperti dikutip dari kompascom.
Doni menyebut Animal Defenders tidak memiliki angka pasti berapa jumlah konsumsi daging kucing di Kota Medan sebab daging kucing kurang populer dibanding daging anjing.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Dia mencontohkan, di lokasi jagal kucing di Jalan Tangguk Bongkar, informasi yang diterimanya, juga dijadikan sebagai tempat usaha katering.
“Bisa dibayangkan kalau minimal sehari, dia kan jualnya 1 kg Rp 70.000. Untuk 1 kg daging kucing yang dihilamgkan kepala dan dan isi perutnya, 1 kucing beratntya paling banyak 300 gram.
Maka untuk 1 kg butuh 3,5 ekor,” katanya. Untuk mendapatkan 1 kg dibutuhkan 3,5 ekor kucing. Jika diasumsikan sehari 1 kg daging kucing, maka dalam sebulan dia bisa menjagal hampir 100 ekor. Dalam setahun, lanjutnya, ada 1.200 ekor yang dijagal.
“Jika 15 tahun, silakan hitung. Berapa banyak potensi penularan penyakit yang ditimbulkan pada lingkungan,” katanya.
Daging kucing bukan obat asma
Hal yang juga harus dilakukan adalah edukasi kepada masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi daging kucing dan anjing.
Menurutnya, yang mengkonsumsi daging kucing adalah kalangan tertentu yang kurang terdidik dan percaya daging kucing mempunyai khasiat.
“Itu mitos. Marilah kita edukasi. Asma ada obatnya, bukan makan kucing,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
