Terkini.id, Makassar – Beberapa hari ini warganet dan civitas akademika dihebohkan dengan munculnya berita di sejumlah media maupun sosial media tentang bungker narkoba di kampus Universitas Negeri Makassar.
Berita tersebut senter di berbagai kalangan pasca Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus peredaran narkotika di dalam kampus yang berlokasi di bilangan jalan Daeng Tata Parangtambung Makassar.
Dalam pengungkapan itu, sejumlah barang bukti seperti buku rekap yang ditemukan di lokasi telah diamankan.
Bahkan dikabarkan juga sudah ada lima orang yang telah diamankan oleh pihak kepolisian yang terlibat dalam kasus tersebut.
Sebelumnya, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pengungkapan jaringan peredaran narkoba di lingkungan perguruan tinggi.
Sehingga dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil menemukan bunker atau tempat penyimpanan khusus narkoba di dalam area salah satu kampus di Kota Makassar.
“Ada pelaku memiliki bunker penyimpanan khusus di salah satu perguruan tinggi di Makassar, ini sudah terjadi,”kata Dodi seperti diberitakan sebelumnya.
Dan pada Minggu, 12 Juni 2023, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Setyo Boedi Moempoeni Hasro akhirnya meluruskan terkait adanya temuan bungker yang dijadikan tempat penyimpanan narkoba di salah satu fakultas di kampus Universitas Negeri Makassar.
“Ya, bukan bungker tapi brankas,” kata Irjen Setyo kepada media.
Namun hingga kini, Irjen Setyo belum menjelaskan lebih jauh terkait temuan brankas narkoba di kampus ternama tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana dalam keterangannya kepada media menyebut dari kasus narkoba dalam kampus tersebut sudah ada lima orang yang telah diamankan.
“Ada lima. Saya belum dapat data lengkap dan bahan keterangannya,”ujar Komang kepada media di Makassar.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof Andi Muhammad Idkham mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus peredaran narkoba yang melibatkan kampus Universitas Negeri Makassar.
Ia bahkan secara tegas mengatakan apabila ada mahasiswa aktif yang terlibat dalam kasus tersebut, pihak kampus akan mengambil tindakan secara tegas berupa pemecatan.
“Dan jika saja ada mahasiswa aktif yang terlibat, maka kami akan mengambil tindakan tegas. Kita menunggu juga informasi dari pihak kepolisian yang masih melakukan pengembangan,”bebernya.
Saat ini pun beredar telah ada lima orang yang telah diamankan oleh pihak kepolisian terkait adanya penemuan brankas narkoba dalam kampus.
“Kelima orang yang telah diamankan bukanlah mahasiswa aktif,”kata Idkham.
Pihak kampus melalui Wakil Rektor 3 Universitas Negeri Makassar secara tegas membantah pernyataan polisi terkait temuan bungker narkoba.
“Apa yang disebut Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan, bukanlah bunker. Setelah saya melihat di lokasi, ternyata yang dimaksud bunker itu tidak benar,”kata Prof Idkham kepada media, Sabtu 10 Juni 2023.
“Sebenarnya kita juga keberatan kalau dikatakan sebagai bungker, karena pengertian bungker itu adalah sebesar ruangan bawah tanah. Yang benar itu adalah brankas kecil yang ditanam di bawah lantai,”kata dia.
Senada dengan Rektor UNM Husain Syam yang menegaskan temuan polisi di dalam areal kampus Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) bukan bunker melainkan brankas.
Rektor dua periode itu jika dalam kasus ini juga tidak ditemukan narkoba dalam brankas tersebut.
“Saya kira sudah disampaikan oleh Wakil Rektor 3 bahwa hal itu bukanlah bunker tapi yang ditemukan itu adalah kotak kecil (brankas) ukuran 40×40 cm dalam ruang gedung di kampus FBS,” tegas Husain.
“Tapi tidak ada narkoba ditemukan, namun hanya kotak yang diduga tempat penyimpanan narkoba oleh oknum tertentu. Kapolda sudah meluruskan berita itu bahwa bukan bunker,”tandasnya.
Lalu apa itu Bungker?
Kata kunci Bungker menjadi trending di mesin pencarian Google. Jadi apakah arti bungker?
Mengutip id.m.wikipedia.org, Minggu 11 Juni 2023, Bungker (ejaan tidak baku: bunker, bangker) adalah sejenis bangunan pertahanan militer.
Bungker biasanya dibangun di bawah tanah. Banyak bungker dibangun pada masa perang dunia I dan II.
Dalam masa perang dingin, bungker-bungker besar dibangun untuk mengantisipasi kemungkinan perang nuklir.
Sedangkan berdasarkan KBBI, arti bungker sebagai berikut:
1) Lubang perlindungan di bawah tanah;
2) ruangan yang dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir;
3) tempat dalam kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak).
Mendengar kata bungker, biasanya identik dengan bangunan yang identik dengan kemiliteran.
Tidak sedikit yang memanfaatkan bangunan sebuah bungker sebagai tujuan khusus, yakni sebagai tempat perlindungan dari serangan dalam peperangan hingga bencana alam.
Dan tentunya keberadaan sebuah bungker amatlah sangat penting di tengah situasi yang genting akibat peperangan hingga bencana.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
