Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Ardimulia mengkritik Pendiri Majelis Penderitaan Rakyat, Ali Ridho Assegaf alias Babe Aldo yang mengungkit sikap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait pembubaran dan pelarangan aktivitas Front Pembela Islam (FPI).
Pasalnya, Babe Aldo mengungkit hal tersebut di tengah masa berduka Ridwan Kamil karena anaknya yang dinyatakan meninggal dan belum ditemukan di Swiss.
“Apa sih manfaatnya nyinyir ama orang yang lagi berduka?” kata Ardi Wirdamulia melalui akun Twitternya, @awemany, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Sabtu, 4 Juni 2022.
“Orang-orang kek gini pada akhirnya topengnya kebuka juga. Ngga ada akhlaq,” sambungnya.
Adapun dalam cuitan yang ditanggapi Ardi Wirdamulia, Babe Aldo mengunggah tangkapan layar berita 2021 berjudul “Aktivitas FPI Dilarang, Ridwan Kamil: Indonesia Butuh Kedamaian”.
- Ini Perjalanan Pembangunan Masjid 99 Kubah, Didesain Ridwan Kamil, Dibangun SYL dan Diresmikan Andi Sudirman
- Usai Penetapan Tersangka Panji Gumilang, Mahfud MD, RK Hingga Menang Yaqut Gelar Rakor Bahas Nasib Al Zaytun
- Golkar Ingatkan Ridwan Kamil Soal Komitmennya Untuk Dukung Pencapresan Airlangga Hartarto
- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Doakan Kiky Saputri Jadi Gubernur
- Soal Ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Ridwan Kamil: Cari Solusinya Supaya Tidak Rugikan Warga
“Salam damai,” kata Babe Aldo, dikutip dari akun Twitter @MprAldo.
Dilansir Detik News, Ridwan Kamil ketika itu angkat bicara terkait keputusan pemerintah pusat atas pembubaran dan pelarangan aktivitas FPI.
“Saya kira sudah viral diberitakan ada pelarangan terkait kegiatan dan hal yang berhubungan FPI. Untuk ini di Indonesia harus mengikuti tata aturan hukum. Kalau hukum sudah menyatakan ini melanggar misalkan tentu ada sanksi. Sanksinya macam-macam,” kata Ridwan Kamis pada Kamis, 31 Desember 2020.
Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sudah diteruskan kepada seluruh daerah yang ada di Jawa Barat untuk ditindaklanjuti.
“Jadi saya kira Pemprov Jabar sudah menyosialisasikan keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) ini kepada seluruh 27 daerah untuk menindaklanjuti dengan arahan yang sama dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dengan dikeluarkannya SKB pelarangan FPI ini, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Jabar, baik yang terafiliasi dengan FPI ataupun yang tidak, untuk menaati keputusan tersebut.
Ridwan Kamil menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan kedamaian dan ketaatan.
“Jadi kami imbau semua warga negara baik yang terafiliasi dengan FPI atau tidak untuk menaati surat SKB yang dikeluarkan pemerintah pusat. Indonesia butuh kedamaian, butuh ketaatan,” katanya.
Ridwan Kamil juga mengajak masyarakat dan pihak-pihak lainnya untuk berfokus pada penyelesaian pandemi Covid-19.
“Kurangi hal-hal yang mengganggu konsentrasi kita karena hukum adalah panglima tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
