Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi politisi Partai Demokrat yang menyinggung bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berani membongkar kasus yang melibatkan orang yang dekat dengan kekuasaan, seperti kasus Harun Masiku.
Chusnul Chotimah menyindir bahwa Harun Masiku adalah mantan tim sukses Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Calon Legislatif (Caleg) gagal Demokrat.
“Harun masiku itu mantan tim sukses SBY, caleg gagal Demokrat, bergabung PDIP di 2019, bukan menteri/apa,” kata Chusnul Chotimah pada Selasa, 28 Desember 2021.
“Kalo karena belum ditangkap lalu dianggap KPK ga berani usut kasus korupsi yang dekat kekuasaan lalu kenapa KPK berani usut kasus Mensos? Pemikiran mangkrak,” tambahnya.
Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah melampirkan tautan berita berjudul “Demokrat: KPK Tak Berani Usut Kasus Korupsi yang Dekat Kekuasaan”.
- Viral! Warga Cabut Logo Gereja di Tenda Bantuan Gempa, Chusnul Chotimah: Sebenarnya Islamophobia atau Kristenophobia?
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat Kebohongan!
- Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!
Dilansir dari berita IDN Times tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menyinggung soal kasus Harun Masiku yang hingga kini masih jadi buron KPK.
Ia menyinggung itu saat menanggapi hasil temuan survei nasional yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Minggu, 26 Desember 2021.
Di dalam survei yang melibatkan 2.420 responden itu, mayoritas responden menilai perbuatan rasuah pada 2021 jauh lebih banyak dibandingkan 2020.
Hasil jawaban responden SMRC seolah menegaskan revisi UU KPK tak membantu lembaga antirasuah itu jadi lebih kuat dalam menangani perkara korupsi.
“Di satu sisi, betul KPK berusaha membongkar kasus korupsi. Tetapi, kasus korupsi yang dekat dengan kekuasaan, tak berani dibongkar (oleh KPK). Itu pula yang menyebabkan masyarakat kecewa,” ujar Didi ketika berbicara dalam pemaparan hasil survei SMRC pada Minggu kemarin.
“Kalau kita ingat kasus (buronnya kader PDIP) Harun Masiku karena melibatkan oknum-oknum yang dekat dengan kekuasaan politik. Ini kalau tidak berhasil dijawab sampai tahun 2022, bisa terbayang makin tingginya kekecewaan publik,” tambahnya.
Harun Masiku merupakan salah satu tersangka yang telah menjadi buron KPK sejak 2020 dalam perkara suap yang melibatkan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.
Suap dilakukan agar bisa dilakukan Pergantian Antarwaktu (PAW) dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1 Riezky Aprilia, kepada Harun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
