Ridwan Kamil Mengaku Kaget Masuk Peringkat Kedua Kandidat Terkuat Cawapres

Ridwan Kamil Mengaku Kaget Masuk Peringkat Kedua Kandidat Terkuat Cawapres

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Berdasarkan hasil polling nasional, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menempati posisi kedua sebagai calon wakil presiden (cawapres), satu urutan setelah Sandiaga Uno yang memiliki pengalaman di Pilpres 2019.

Menempati posisi kedua membuat Ridwan Kamil merasa tersanjung sekaligus terkejut.

Survei yang digelar oleh lembaga survei Indikator pada tanggal 6 hingga 11 Desember 2021 bertajuk Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024.

“Jujur saja saya kaget berada di urutan kedua di bawah Bang Sandi Uno yang pernah jadi cawapres waktu pilpres kemarin. Namun tentu saya apresiasi karena ini kan datang dari pilihan masyarakat, meskipun itu hanya persepsi hari itu saja saat survei dilakukan kan,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan yang diterima wartawan di Bandung, Selasa, 11 Januari 2022.

Dilansir dari Suaracom. Selasa, 11 Januari 2022, Ridwan Kamil berada di urutan kedua dengan raihan 15,3 persen di bawah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno yang meraih 25 persen.

Baca Juga

Angka itu didapatkan dari pertanyaan siapa wakil presiden yang akan dipilih jika pilpres diadakan saat ini.

Hanya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapat 12 persen yang bisa menandingi persentase yang diraih Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.

Nama lain seperti Menteri BUMN Erick Thohir atau Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat kurang dari 10% suara.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil tak ingin berbagai hasil survei dari lembaga, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan presiden membuatnya mengaburkan fokusnya menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.

Terlebih, berdasarkan pengalamannya, ada kinerja politik yang tidak bisa terbaca oleh survei.

Sebagai contohnya, kata dia lagi, saat maju menjadi calon Wali Kota Bandung pada tahun 2013, hasil surveinya dimulai dari enam persen.

Pada akhirnya, usai pencoblosan, ia dan Oded dinyatakan memenangkan kontestasi politik dengan meraih suara 45 persen.

Dirinya juga memberi contoh lain, yakni saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat, tingkat keterpilihan salah satu pesaingnya dalam survei hanya 12 persen. Ketika saat pemilihan, meski kalah, pesaingnya itu bisa meraih 29 persen suara.

“Ada kerja-kerja politik yang tidak terbaca oleh survei. Tapi, kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan,” katanya pula.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.