Soroti Pertemuan Prabowo-Cak Imin, Politisi Demokrat: Ibarat Anak Gadis yang Dipaksa Menikah oleh Orang Tuanya!

Soroti Pertemuan Prabowo-Cak Imin, Politisi Demokrat: Ibarat Anak Gadis yang Dipaksa Menikah oleh Orang Tuanya!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Andi Arief seorang Politisi Demokrat belum lama ini menyoroti perihal koalisi Gerindra-PKB yang sedang mengusung Prabowo-Cak Imin.

Diketahui koalisi tersebut terjadi saat PKB menggelar pertemuan dengan gerindra di kediaman Prabowo di Kertanegara Jaksel terkait kerja sama politik menuju Pilpres 2024 mendatang.

Lantas hal tersebut, politisi Demokrat menilai bahwa hal itu ibarat anak gadis dipaksa menikah oleh ortunya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Andi Arief menyebut pihaknya menghargai jalinan komunikasi mereka dan mengibaratkan anak gadis yang dipaksa menikah oleh orang tuanya. 

Terkait pertemuan Prabowo dan Cak Imin, Andi Arief menyebut masih terus menjaga komunikasi dengan PKB. Dia menilai PKB memiliki strategi tersendiri di pertarungan pilpres mendatang.

Baca Juga

“Apakah masih perlu bertemu setelah pertemuan Prabowo-Cak Imin, saya kira tetap menjaga komunikasi minimal. Mungkin PKB ada strategi sendiri soal pilpres,” kata dia. Dikutip dari Wartaekonomi. Minggu, 19 Juni 2022.

Dia kemudian mengibaratkan pertemuan Cak Imin ke kediaman pimpinan Gerindra itu seperti anak gadis yang dipaksa menikah oleh orang tuanya.

“Kami menghargai itu, ibarat anak gadis, mungkin dipaksa menikah oleh orang tuanya. Ha-ha-ha…,” sambungnya.

Andi Arief juga bicara soal prinsip Demokrat dalam menjalin koalisi dengan parpol lain. Andi mengatakan akan bersungguh-sungguh ikut dalam koalisi yang berpotensi menang.

“Ada dua hal prinsip, Partai Demokrat akan cermat menjalin koalisi dengan yang bersungguh-sungguh ingin melakukan perubahan dan perbaikan pasca-Jokowi,” jelas Andi.

Lanjut “Partai Demokrat akan bersungguh-sungguh ikut dalam koalisi yang berpotensi menang,” katanya lagi.

Demokrat introspeksi saat elite PPP Hamzah Haz dan Agum Gumelar maju sebagai paslon di Pemilu 2004. Andi Arief mengatakan tak akan mengulangi kejadian kekalahan itu lantaran kurang perhitungan.

“Karena tidak akan mengulangi kisah Pak Hamzah Haz dan Pak Agum Gumelar yang mendapat tiket namun tak memiliki elektabilitas sehingga kalah dalam kontestasi,” kata Andi.

“Atau kisah pasangan lain yang pernah ikut capres atau cawapres namun kalah karena kurang perhitungan,” jelasnya lagi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.