Politisi Gerindra: Wadas Bukan Wilayah Bendungan, Rakyat Punya Hak untuk Menolak
Komentar

Politisi Gerindra: Wadas Bukan Wilayah Bendungan, Rakyat Punya Hak untuk Menolak

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Desmond Junaidi Mahesa turut buka suara terkait polemik Desa Wadas.

Desmond mengklaim Desa Wadas bukan area pembangunan Bendungan Bener, sehingga warga jika mau menolak sah secara hukum.

Pemerintah, lanjutnya, hanya bermaksud melakukan penambangan batu andesit sebagai penopang perekonomian.

“Kalau secara hukum, kalau ini wilayah bendungan, maka ada peraturan yang posisinya masyarakat bisa menerima. Di sisi yang luar bendungan, masyarakat untuk sementara ini bisa menolak karena tidak melanggar aturan apa-apa”, dikutip dari laman Detik.com, Kamis 10 Februari 2022.

Desmond menyebut warga punya hak untuk menolak atau pun merelakan lahannya untuk pembangunan Waduk di desa Wadas.

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

Desmond mengatakan tujuannya dan rombongan komisi III DPR RI menyambangi Desa Wadas adalah untuk mengetahui duduk perkaranya.

“Tujuan kami ke sini agar kami mengetahui secara adil permasalahan yang ada. Warga agar mendapatkan perlindungan yang sama antara yang pro maupun kontra,” ujar Desmond, dikutip dari laman Detik.com.

Desmond mengatakan, berdasarkan hasil temuan Komisi III DPR, Desa Wadas tak berada di wilayah proyek strategis nasional Bendungan Bener, dan masyarakat sementara ini boleh menolak penambangan batu andesit.

“Ada dua hal, yang pertama bahwa Desa Wadas adalah bukan wilayah proyek strategis nasional Bendungan Bener. Yang jelas batu-batu ini adalah penunjang kegiatan,” ucap Desmond, dikutip dari laman Detik.com.

Sementara itu, saat diwawancarai terpisah, beberapa warga Desa Wadas yang menolak tambang tetap berpendirian yang sama. 

“Pokoknya sampai kapanpun menolak sampai kiamat, mau dialog, sampai sosialisasi, ganti rugi nggak mau”, ujar salah satu warga.