Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, sebuah unggahan viral di media sosial memperlihatkan sejumlah polisi menyerbu Desa Wadas Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Diketahui, hal tersebut dalam rangka pembebasan dan pengukuran lahan untuk penambangan material andesit Bendungan Bener.
Sayangnya, kedatangan aparat kepolisian ke desa tersebut mendapat penolakan keras dari para warga.
Selain dari penolakan warga, hal tersebut pun mendapat sorotan dari akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief.
Melalui cuitan di akun Twitter miliknya, Ali Syarief mengatakan bahwa tindakan polisi yang menyerbu Desa Wadas dinilai sebagai tindakan yang arogan.
- Ali Syarief Ngaku Dapat WA dari Jenderal: Isinya, Revolusi Cara Perbaiki Kondisi Negara
- Istri Ferdy Jadi Tersangka Kasus Brigadir J, Ali Syarief: Istana Kaisar Sambo Mulai Terdengar!
- Singgung Citra Polri, Ali Syarief: Ferdy Sambo Monumen Kebiadaban Polisi
- 31 Anggota Terbukti Langgar Etik Kasus Brigadir J, Ali Syarief Sebut Ini Konspirasi Kriminal
- Nikita Mirzani Jadi Tersangka, Ali Syarief: Kena Batunya si Penista Ulama
“Kalau menurut saya, menurunkan Polisi ke Desa sebanyak itu, disertai penangkapan2 warga Desa, kata lain sebagai tindakan yg arogan. Demonstratif,” ujarnya dari Twitter @alisyarief.
Lanjut “Seorang polisi saja yg datang ke Desa dengan senjata lengkap, itu sdh menjadi topik perbincangan warga,” sambungnya.
Sebelumnya, kejadian tersebut beredar usai diuanggah Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melalui linimasa Twitternya. Dikutip dari Rilisid. Selasa, 8 Februari 2022.
Dalam cuitan, YLBHI menyebutkan bahwa polisi menangkap paksa salah seorang warga yang menjaga alam Wades.
“Pagi ini kita mendapat kabar salah satu warga Wadas yang konsisten menjaga alam Wadas ditangkap paksa tanpa ada kesalahan apapun saat sedang makan di warung, saat ini warga tersebut dibawa ke Polsek Bener,” kata YLBHI.
Selain itu, YLBHI bahkan mengungkapkan kondisi internet di Desa Wades sedang down sehingga menyulitkan warga dan pegiat lingkungan untuk mengabarkan informasi update di media sosial.
“Kondisi saat ini, Internet di Wades juga sedang down, sehingga menyulitkan untuk berkabar melalui sosial media. Selain itu ribuan aparat sudah berkumpul di lapangan belakang Polsek Bener, bersenjata lengkap dengan tameng beserta anging,” tulis.
Menurut YLBHI, mobil polisi sudah masuk lewat Kedung Loteng, desa tetangga Wadas.
YLBHI pun mengecam langkah polisi yang didiuga mengintimidasi warga dan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga desa Wadas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
