Politisi PDIP: Sama Seperti SBY, AHY Pakai Trik Merasa Terzalimi Untuk Menarik Simpati Masyarakat

Politisi PDIP: Sama Seperti SBY, AHY Pakai Trik Merasa Terzalimi Untuk Menarik Simpati Masyarakat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Dewi Tanjung menyebut Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY memakai trik yang sama seperti ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menarik simpati masyarakat terkait isu kudeta terhadap dirinya.

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Jumat 5 Februari 2021 mengungkapkan bahwa AHY seperti halnya SBY pada Pilpres 2004 silam memakai trik merasa terzalimi agar dia bisa mendapat simpati publik.

“Trik merasa TERDZOLIMI yang di lakukan oleh SBY saat Pilpres 2004 di pakai oleh AHY untuk menarik simpati masyarakat,” cuit Dewi Tanjung.

Meski demikian, Dewi menilai AHY memang tidak memiliki aura sebagai pemimpin meskipun ketua umum Partai Demokrat tersebut pernah menjadi tentara dengan pangkat mayor.

“Tapi sekali lagi walau AHY pake jenggot 5 meter tapi dia tidak punya Aura Pemimpin walaupun dia Pernah jadi Tentara dan berpangkat Mayor,” ujar Dewi Tanjung.

Baca Juga

Pada cuitan sebelumnya, kader PDIP ini juga melontarkan ejekan terhadap AHY.

Dewi menyebut AHY sebagai anak ingusan yang dijadikan ketua partai oleh ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

“Anak ingusan di jadikan Ketum Partai oleh Bokapnya,” kata Dewi Tanjung.

Menurut Dewi, AHY masih minim pengalaman soal berpartai dan berpolitik. Maka dari itu, menurutnya AHY baperan seperti SBY.

“Mana si anak ingusan Minim Pengalaman berpartai dan berpolitik makanya Baperan kayak Bokapnya,” tuturnya.

Ia pun melontarkan sindiran keras terhadap SBY dan Partai Demokrat. Dewi menilai partai yang didirikan Presiden RI ke-6 itu seperti partai milik nenek moyangnya.

“Memangnya Bapak ya yang pendiri Partai itu yaa Kok kayak Partai milik nenek moyangnya Dewe Kisruh di artikan kudeta. Geli nyai,” kata perempuan yang akrab disapa Nyai ini.

Pada cuitan selanjutnya, Dewi Tanjung menyarankan agar AHY belajar dulu menjadi ketua RT sebelum menjadi ketua umum partai.

Hal itu, kata Dewi Tanjung, supaya AHY paham dengan perbedaan istilah kudeta dengan kisruh.

“AHY suruh jadi RT dulu deeh baru jadi ketum Partai. Biar belajar berorganisasi dan belajar pintar biar ngga salah Ngartiin KISRUH Ama KUDETA,” ucapnya.

Oleh karenanya, kata Dewi Tanjung, jika AHY mau ia bisa mengajari putra SBY tersebut cara manuver dan berorganisasi yang benar.

“Apa perlu Nyai yang ngajarin neeehh cara bermanuver dan berorganisasi yang baik dan benar,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.