Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul bereaksi keras terhadap pengamat Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak sopan karena mengintip percakapan WhatsApp Group para istri personel TNI.
Ruhut Sitompul menilai bahwa justru Rocky Gerung yang kurang ajar dan sering berbicara sembarangan.
“Yang tidak sopan bahkan kurang ajar Rocky menggerung gerung yang kerjaannya Ngebacot sembarangan dengan Congor yang ba’u,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 4 Maret 2022.
Sebelumnya, Rocky Gerung menyentil Presiden Jokowi yang mengaku membaca grup WhatsApp ibu-ibu TNI.
Rocky Gerung menyampaikan itu saat menjadi ahli yang meringankan dalam sidang kasus dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman sempat
- Disebut Anak Ingusan oleh Politisi PDIP, Gibran Rakabuming: Terima Kasih Masukannya
- SBY Turun Gunung, Politisi PDIP: Saya Curiga Edhie Baskoro yang Mau Dicalonkan
- Sikap Puan Maharani Dapat Sorotan, yang Dulunya Nangis Sekarang Ikut Dukung Kenaikan Harga BBM
- Ruhut Sindir Effendi, Nicho Silalahi: Lebih Baik Gagal Jadi Mentri Ketimbang Gagal Jadi Bapak!
- Soroti Kenaikan Harga BBM, Ruhut Sitompul: BBM Itu Pahit Tapi Bisa Jadi Obat!
Ia menilai bahwa tindakan Presiden Jokowi itu adalah bentuk sikap parno.
“TNI itu ada di Cilangkap, itu grup WA emak- emak kali atau istri mereka lagi ngerumpi, kan biasa aja. Ya Presidennya kepo, tanda parno,” kata Rocky Gerung pada Rabu, 2 Maret 2022, dilansir dari Suara.
“Parno kenapa dia mesti buka ke publik? Itu tidak ada masalah, lucu-lucuan. Kenapa mesti, bahkan ngasih semacam wanti-wanti jangan bicara IKN di grup?” sambungnya.
Menurut Rocky Gerung, tindakan Jokowi yang berbicara soal grup WhatsApp merupakan perilaku tak sopan sebab ama saja mengintip privasi orang.
“Ya tidak sopan dong. Kalau tidak ada pembicaraan di situ, ngapain Presiden ngintip-ngintip WA orang,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi pun menyinggung agar para TNI dan Polri beserta istrinya untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial seperti WhatsApp (WA).
Hal itu disampaikan Jokowi kepada jajaran TNI-Polri dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2022 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) pada Selasa, 1 Maret 2022.
“Hati-hati ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya harus sama. Tidak bisa Ibu-Ibu memanggil, mengumpulkan ibu-ibu lain untuk memanggil penceramah semaunya atas nama demokrasi,” katanya, dilansir dari Galamedia.
“Makro, mikro harus kita urus juga. Tahu-tahu undang penceramah radikal, nah, hati-hati. Juga hal kecil-kecil tapi harus mulai disiplinkan, di WA grup. Saya lihat di WA grup. Kalau di kalangan sendiri, kalau dibolehkan dan kalau diteruskan hati-hati,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
