Politisi PSI: Pawang Hujan Bagian dari Budaya Kita yang Malu Sebenarnya Alam Bawah Sadar yang Ala Barat!

Politisi PSI: Pawang Hujan Bagian dari Budaya Kita yang Malu Sebenarnya Alam Bawah Sadar yang Ala Barat!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany melalui sebuah cuitan diakun media sosial tampak bela pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Istiati Wulandari yang sempat mencuri perhatian publik lantaran aksinya.

Dalam cuitan, Politisi PSI Tsamara tak geram dengan berbagai pihak yang telah mempermasalahkan adanya pawang hujan di ajang balap MotoGP Mandalika.

Terlebih lagi, tak sedikit dari mereka yang menganggapnya pawang hujan tersebut memalukan karena gagal mencegah hujan.

Lantaran dari itu, Tsamara Amany mengatakan bahwa ritual pawang hujan merupakan sebuah budaya Indonesia.

“Nggak ada yang memalukan dari ini. Pawang memang bagian dari budaya kita. Yang malu sebenarnya dalam alam bawah sadarnya masih melihat apa-apa yang ala Barat sebagai puncak ideal,” tulisnya. Senin, 21 Maret 2022.

Baca Juga

Selain dari itu, menurut Tsamara Indonesia bukanlah barat yang memiliki tradisi.

“Kita Bukan Barat. Kita memiliki tradisi dan cara kita sendiri. Itu harus dihargai,” kutipnya.

Dari cuitan tersebut, beberapa warganet pun memberikan tanggapan.

“Budaya dari mana ya kalau boleh tahu? Sebutin,” kata @conan_***.

“Kita BUKAN barat, terus ngapain ada GP? Apa tak sebaiknya KARAPAN SAPI aja?kan itu tradisi kita?! Pungkas @atano***.

“Dukun santet juga budaya local,” kutip @XyaVic***.

Semnetara itu, seperti yang diketahui sebelumnya dalam video pawang hujan yang tampak membawa sebuah mangkuk berwarna emas serta membawa dupa di tangan kirinya.

Lantas dari aksinya, pawang hujan tersebut menjadi sorotan para pembalap MotoGP yang sedang bersiap di paddock masing-masing.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.