Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Cipta Panca Laksana menanggapi Ketua Kantor Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang menyebut NI (Negara Islam Indonesia) saat ini lebih mengerikan dibanding NII pada masa Kartosoewirjo dan Kahar Muzakkar.
Melalui akun Twitter pribadinya, Cipta Panca Laksana menyindir bahwa yang lebih mengerikan adalah pembegal partai.
“Lebih ngeri pembegal partai sih kalau menurut saya. Iya nga sih?” kata Cipta Panca Laksana, sebagaimana dikutip pada Senin, 25 April 2022.
Bersama pernyataannya, ia membagikan artikel berjudul “Pakai Golok Mau Jatuhkan Jokowi, Moeldoko: NII Ini Lebih Dahsyat dari Kartosoewirjo, Sungguh Mengerikan”.
Dilansir dari Hops, sebelumnya Moeldoko angkat bicara terkait terkait penangkapan sejumlah orang yang terlibat NII oleh Densus 88 yang sempat dikabarkan akan jatuhkan rezim jokowi menggunakan golok sebagai senjata.
- Moeldoko Sebut Adanya Motif Politik di Balik Pernyataan Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo
- Reshuffle Kabinet Hari Ini, Beredar Kabar Syahrul YL Digantikan Moeldoko
- Upaya Melawan Moeldoko CS, Demokrat Sulsel Ajukan Perlindungan Hukum
- KUHP Baru Resmi Diundangkan Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno
- Begini Komentar Moeldoko Terkait Kekejian TPNPB-OPM Bunuh Warga Tak Berdosa
Moeldoko mengatakan bahwa NII saat ini memang telah hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
“Siapa yang menjadi unsur-unsur yang terpengaruh? Melalui ASN, melalui aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi, dan termasuk pengusaha,” kata Moeldoko di kanal Youtube Offiicial iNews, Sabtu, 23 April 2022.
Moeldoko juga mengklaim bahwa NII saat ini jauh lebih berbahaya atau dasyat dibanding dari NII pada masa Kartosoewirjo dan Kahar Muzakkar.
Pasalnya, NII saat ini tidak mudah dikenali karena dinilai pergerakannya tak sepenuhnya memakai senjata sehingga tidak mudah ditangkap dan pemberontakan tidak mudah diselesaikan.
“Ini jauh lebih dahsyat. Kenapa dahsyat? Kalau pergerakan senjata, dia mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap, dan mudah diselesaikan,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Moeldoko menghimbau agar masyarakat lebih waspada dengan keberadaan NII di tengah-tengah masyarakat.
“Jangan ada lagi kita tidak tahu bahwa sebelah kita ternyata teroris, sungguh mengerikan,” kata Moeldoko.
Sebelumnya, Detasemen Khusus Antiteror Polri atau Densus 88 mengamankan sejumlah orang yang terlibat NII.
Densus 88 menyatakan memiliki bukti-bukti terhadap rencana menggulingkan pemerintahan Presiden Jokowi sebelum 2024.
Selain itu, Densus 88 juga menyatakan sudah menggelar upaya penyidikan usai menangkap beberapa orang yang diduga adalah anggota NII di Sumatra Barat (Sumbar).
Menurut Densus 88, anggota NII yang mereka amankan berniat untuk mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia dengan khilafah atau syariat Islam.
Selain itu, Densus 88 menyebut para anggota NII tersebut juga berencana melakukan sejumlah aksi terror di beberapa wilayah di Indonesia.
Dari penangkapan tersebut, disebutkan juga diamankan sejumlah barang bukti salah satunya adalah golok.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
