Terkini.id, Makassar – Camat Manggala, Ansar Umar mengeluhkan posko di kecamatan di daerahnya sebab tidak berjalan maksimal.
Hal itu, kata Ansar, lantaran banyak personel yang tidak datang saat waktunya bertugas di posko.
Selain itu, Ia mengatakan mobil patroli yang dipersiapkan untuk melakukan tracing kasus Covid-19 justru lebih sibuk mengurus masalah logistik.
Ansar pun meminta keterlibatan Babinsa untuk meningkatkan pengawasan di daerahnya.
“Kalau bisa 14 hari ke depan fokus di kelurahan masing-masing supaya masif dalam kota,” kata Ansar di Posko Covid-19, Senin, 3 Agustus 2020.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Ansar menegaskan target personel di kecamatan kerap kali tak tercapai lantaran selalu ada pegawai yang kosong saat waktu bertugas.
“Ada saja ASN kurang maksimal, malas, apalagi kalau tidak ada yang bertugas,” kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said mengatakan jumlah personel di posko perbatasan dikurangi. Ia beralasan hal itu tak terlalu efektif di lapangan.
“Tapi dipertebal dalam kota. Yang diperketat bagian penindakan saja karena itu yang paling penting,” ungkapnya.
Untuk ke depan, Mario mengatakan tolak ukur penanganan Covid-19 dilihat dari protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat beraktivitas.
“Intinya pakai masker untuk membiasakan diri menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
