“Saya tidak bisa lupa itu, tiga hari ka di Makassar, tidak ada uang kupegang. Biar seratus rupiah,” pungkasnya.
Namun ia tidak berhenti meratapi keadaan. Ia akhirnya bisa bekerja di tempat pembuatan paving. Namun, tidak genap sebulan, ia memutuskan berhenti. Di tengah deraan rasa bersalah, rupanya orang tuanya masih menaruh harap pada anak laki-lakinya itu.
Ibunya akhirnya luluh, memintanya untuk pulang ke rumah. Ia kemudian memutuskan pulang ke Bantaeng. Di kampungnya, ia mendapatkan kabar dari orang tuanya salah satu teman masa kecilnya telah bekerja di Huadi Group. Ia pun memantapkan hatinya untuk mencoba peruntungannya masuk ke perusahaan smelter tersebut.
“Saya tiga kali masukkan lamaran baru diterima. Yang pertama, saya sudah sampai proses training tapi hari kedua terlambat ka datang jadi ditolak ka. Yang ketiga pi’ baru diterima,” cerita lelaki asal Beloparang Bantaeng itu.
Ia akhirnya diterima bekerja di HNAI atau Huadi Group September 2021 silam. Sebelumnya, tak pernah tersirat sedikit pun untuk bermimpi memiliki kehidupan lebih baik. Cukup bisa makan minum sehari-hari dan melanjutkan hidup esok hari sudah berkah luar biasa. Pun keluarganya, tak banyak diharapkan dari anak lelakinya itu.
- Departemen Geofisika dan Departemen Fisika FMIPA Unhas Gelar Kunjungan Industri ke PT Huadi Nickel Alloy Indonesia
- Akui K3 Jadi Budaya Seluruh Karyawan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia
- Kakek Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob, LBH Makassar Desak Polda Sulsel Turun Tangan
- PLN Tambah Pasokan Listrik untuk PT Huadi Nickel - Alloy Indonesia
“Pas saya dapat gaji pertama, antara mau ka nangis dan senyum-senyum sendiri. Tidak pernah ka’ bayangkan pegang uang sebanyak itu. Waktu kerja sebagai pembuat paving gajinya hanya ratusan ribu, itu pun sudah bersyukur sekali ma’,” ungkapnya dengan mata berbinar-binar.
Tyson mengakui dirinya sempat kalap ketika menerima gaji pertama.
“Saya kaget waktu itu karena dapat uang sebanyak itu. Tidak pernah pa’ pegang uang sebanyak itu, jadi kubelanja sendiri,” tuturnya.
Tiga bulan ia bekerja, Tyson menyadari ada orang tua selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Ia pun akhirnya memberikan sebagian gajinya kepada orang tua. Selain itu, ia mulai menabung karena ingin membeli kendaraan untuk dikendarai ke tempat kerja.
“Selama ini pakai motor keluarga, jadi kalau kupakai kerja, mereka tidak bisa ke mana-mana,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
