Penambangan Nikel Tanpa Ijin Dalam Kawasan Hutan Dilimpahkan ke Kejari

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Kendari-Tim Operasi Gabungan Pengamanan Hutan yang beranggotakan SPORC Gakkum Wilayah Sulawesi, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara serta POM AD Kendari, melakukan Operasi Gabungan Pengamanan Hutan di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, menemukan 2 (dua) unit excavator XCMG Model XE215C dan exavator CAT 320 Warna Kuning yang berada di dalam di area penambangan pada Jumat 6 September 2019 lalu, pukul 13.00 WITA.

Berdasarkan hasil penyidikan kedua alat berat tersebut diduga dimasukkan dengan cara disewa oleh tersangka HNS alias NH
untuk digunakan melakukan kegiatan penambangan ore nikel di dalam kawasan hutan tanpa ijin.

Penyidik Gakkum LHK Kendari, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi, telah melimpahkan tersangka dan barang bukti terhadap perkara lingkungan hidup dan kehutanan berupa dugaan melakukan kegiatan penambangan dalam Kawasan Hutan Kendari tanpa ijin Menteri LHK. Rabu, 11 Maret 2020.

Tersangka HNS alias NH alias HBS dan barang bukti berupa, 1 (satu) unit Excavator Merk Caterpilar 320 dan 1 (satu) unit Excavator Merk XCMG XE 215 C serta 2 kantong sampel ore nikel telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kendari untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan. Penambang tanpa ijin ini di kenakan pasal 89 ayat (1) huruf a dan b Jo. Pasal 17 ayat (1) huruf a dan b Undang Undang R.I Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, menyatakan akan berkomitmen terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan pengrusakan lingkungan hidup dan kehutanan termasuk kegiatan yang dapat merusak Kawasan Hutan di Kendari.

Baca juga:

“Dari kegiatan penambangan tanpa ijin di Kawasan Hutan ini diharapkan penangkapannya dapat dikembangkan ke aktor intelektualnya, untuk memberikan efek jera,” ujarnya.

Kepala Balai Gakkum Wilayah Sulawesi berharap dapat memberikan efek jera, sehingga penambangan nikel tanpa ijin, khususnya di Kendari tidak terulang lagi.

“KLHK sangat serius dan tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, karena kejahatan seperti ini telah merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Sat Sabhara Polres Gowa Aktif Gaungkan Gunakan Masker

COVID-19 Secara Radikal Percepat Masa Depan Digital

Temukan Kejanggalan, Pemuda Desak Transparansi Pengelolaan Dana Covid-19 di Tamaona Gowa

Bain Ham RI Investigasi Laporan Warga Kongkalikong Dipengadilan Negeri Jeneponto

Penyaluran BBM dan LPG Berjalan Lancar Selama Lebaran, Pertamina Apresiasi Masyarakat Sulawesi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar