Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini netizen beramai-ramai meminta agar kasus Ustadz Somad yang sempat menghebohkan pada 2019 silam untuk kembali dilanjutkan.
Hal itu dilakukan menanggapi kabar penahanan mantan Pokitikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean beberapa waktu lalu terkait dugaan kasus ujaran kebencian yang bermuatan SARA.
Bahkan tagar tangkap Ustadz Abdul Somad (UAS) pun sempat menjadi trending di Twitter saat itu.
Melansir dari detiknews.com, Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) hari ini melaporkan UAS terkait penyebaran ujaran kebencian ke Bareskrim Polri.
Namun PPGI harus menelan pil kecewa, lantaran laporannya itu ditolak.
- Seruan UAS Jelang Pemilu 2024: Kalau Ada Money Politic Ambil Uangnya, Jangan Coblos Orangnya
- Ustadz Abdul Somad Minta Pimpinan Ponpes Al Zaytun Ditangkap
- Dituduh Dukung Bom Bunuh Diri, UAS Bilang Begini
- RMS Gelar Tabligh Akbar di Sidrap, Hadiri Ustadz Somad
- UAS Ungkap Amalan Terhindar dari Pelet: Dibaca Pagi dan Malam Sebelum Tidur
“Kami ke sini untuk menyampaikan laporan polisi. Tapi kecewa, kami ditolak. Melaporkan Ustaz Abdul Somad, pernyataannya yang sampai saat ini masih beredar di media sosial,” ujar Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban kepada wartawan, Rabu, 19 Januari 2022.
Maruli menyebut, alasan penolakan itu karena PPGI belum melengkapi sejumlah bukti lampiran.
Mseki ditolak, menurut Maruli, UAS telah memenuhi syarat sebagai bentuk tindak pidana ujaran kebencian.
“Bahwa kami harus menghadirkan dua bukti. Menurut kami, perbuatan UAS itu telah memenuhi syarat karena secara nyata niat perbuatannya telah melanggar memasuki ajaran agama orang lain,” tutur Maruli.
Maruli menyebut pihaknya masih berniat melaporkan kembali UAS, karena dinilai telah mengganggu kenyamanan dalam beragama.
“Kami mempertimbangkan itu. Sebenarnya ada juga laporan polisi terkait kasus tersebut. Termasuk di wilayah Polda Metro Jaya, tapi bukan PPGI. Kami datang ke sini ingin supaya ujaran kebencian ini ada sebuah sikap, kalau dibiarkan kenyamanan dalam berkeyakinan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Maruli menuturkan UAS dinilai telah menyinggung perasaan umat kristiani lewat pernyataannya yang diunggah melalui media sosial.
Dalam video tersebut, Maruli menyebut bahwa UAS seolah melecehkan kepercayaan umat kristiani.
“Video itu dia berkata bahwa di salib ada jin. Jin itu adalah jin kafir. Dia seolah-olah mengolok-olok agama kristiani,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
