Retno berharap konsistensi PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap ESG dapat terus ditingkatkan.
Selama 56 tahun, PT Vale bukan cuma fokus pada produksi nikel, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal.
Menuju Perusahaan Tambang Rendah Karbon Nomor Satu Dunia
Upaya PT Vale mengabarkan pertambangan yang baik dari Indonesia sudah cukup sering dilakukan pemimpin perusahaan.
Salah satunya dilakukan CEO PT Vale, Febriany Eddy, saat mendapat kesempatan berbicara di tiga forum talkshow di Paviliun Indonesia pada Event Internasional Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Konferensi itu membahas tentang pentingnya sebuah aksi mengurangi emisi gas rumah kaca dengan segera, mengingat pemanasan global mencapai rekor tertinggi selama dekade 2011-2030 akibat perubahan iklim.
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
- Polres Jeneponto Dalami Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Rukuruku Tanetea Bangkala Jeneponto
- Wakil Bupati Gowa Buka Temu Pendidik Nusantara XIII, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan
- Infinity Journey Tournament Padivalley Diikuti 200 Golfer, Hadiah Hole-in-One Mobil hingga Rumah
Pada diskusi pertama dengan topik “Transforming the Nation to Renewable Energy”, Kamis 30 November 2023, Febriani mengungkapkan, Vale berkomitmen untuk mengurangi emisi dengan mengeluarkan budget yang besar.
Vale beroperasi di daerah dekat Danau Matano yang dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara dan berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati di garis Wallacea.
Untuk menjaga keanekaragaman hayati di Kawasan pertambangan, PT Vale memilih membangun Energi Baru Terbarukan (EBT), berupa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pertama pada 1978, yang disusul dengan pembangunan PLTA kedua dan ketiga pada 1999 dan 2011.
“Ketiga PLTA menghasilkan listrik 365 megawatt yang menjadi 100 persen sumber energi dalam aktivitas smelting atau peleburan nikel di pabrik,” jelas Febri.
Febri juga menyampaikan tiga proyek masa depan PT Vale, yakni di Sulawesi Tengah, Tenggara, dan Selatan. Pada ketiga proyek dengan nilai investasi mencapai 8,6 miliar dolar AS ini, dan PT Vale akan menggunakan sumber-sumber energi berbasis EBT, termasuk mengoptimalkan gas alam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
