Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlien Ariesta mengaku sudah mengantisipasi ihwal perkiraan kenaikan harga komoditas beras pada Februari 2022 mendatang.
Arlien mengatakan stok beras di Perum Bulog masih tersedia hingga 11 bulan ke depan. Ia mengatakan pihaknya bakal terus melakukan pemantauan pergerakan harga.
“Kita pantau produksi, distribusi, dan ketika ada indikasi spekulan yang memainkan harga,” kata Arlien, Selasa, 18 Januari 2022.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan analisisa di lapangan untuk mengendalikan harga bahan pokok.
“Setelah itu kita mengambil langkah intervensi, termasuk ke Bulog sendiri,” tuturnya.
Intervensi terkait komoditas beras, kata dia, lebih banyak berkoordinasi dengan Bulog. Menurutnya, ada beberapa faktor pemicu kenaikan beras, mulai dari faktor produksi terbatas dan permintaan tinggi.
Selain itu, bisa juga terjadi bila distribusi beras terhambat.
“Itu juga bisa mempengaruhi harga beras. Tidak menutup kemungkinan juga ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang melakukan permainan harga,” sebutnya.
Ia mengatakan pihaknya juga sudah mengantisipasi adanya permainan harga dari spekulan dengan berkoordinasi dengan aparat hukum.
“Ini kita sudah bangun komunikasi dengan Sub Direktorat Industri dan Perdagangan apabila ada indikasi kecurangan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
