Terkini.id, Jakarta – Akibat pandemi Covid19 akhirnya untuk pertama kalinya Sidang Umum PBB secara tatap muka kembali digelar setelah dua tahun tidak dilaksanakan.
New York menjadi tempat digelarnya Sidang Umum PBB ke-77 yang dilaksanakan mulai tanggal 12 – 27 September 2022.
Retno Marsudi selaku Mentri Luar Negeri yang mewakili Indonesia sekaligus menyampaikan pidato pada Sidang PBB kali ini.
Awalnya Presiden Jokowi lah yang akan menghadiri Sidang tersebut namun kemudian rencana tersebut berubah karena Jokowi memilih untuk fokus mengurus masalah dalam negeri.
Selain Menlu Retno Marsudi ada dua Mentri lainnya yang juga ikut serta dalam pertemuan tersebut yaitu Menkes Budi Gunadi dan Menkomarives Luhut Binsar.
Selama masa jabatannya, terhitung hanya dua kali Presiden Jokowi menghadiri Sidangan PBB yaitu pada tahun 2020 dan 2021 yang diadakan secara virtual.
Namun untuk hadir dalam persidangan tatap muka, Jokowi sama sekali belum perna hadir secara langsung.
Tidak hadirannya Presiden Jokowi pada Sidang Umum PBB tahun ini dinilai bahwa Presiden Jokowi telah melewatkan kesempatan untuk bisa membangun kedekatan yang lebih erat serta meperlihatkan pada Negara-Negara lain bahwa Indonesia mampu menjadi pemimpin dunia.
Namun menurut Suzi Sudarman selaku Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia, selama tidak ada sesuatu yang urgent tidak terlalu bermasalah jika Presiden absen dalam SIdang Umum PBB.
“Jokowi tidak terlalu mengutamakan pernyataan-pernyataan yang bisa memicu konflik karena pertemuan tingkat internasional pasti akan banyak pertanyaan wartawan dan desakan beberapa negara adidaya terhadap Indonesia,” katanya. (Dikutip dari tempo.co)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
