Presiden Jokowi Tegaskan Tolak Wacana Jabatan Tiga Periode, Fadjroel Rachman: Tidak, Tidak, Tidak

Presiden Jokowi Tegaskan Tolak Wacana Jabatan Tiga Periode, Fadjroel Rachman: Tidak, Tidak, Tidak

M. Alwan Dzakwan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden (tiga periode).

Penegasan Presiden Jokowi mengenai penolakan atas wacana perpanjangan masa jabatan presiden (tiga peruide) tersebut disampaikannya di hadapan awak media.

Dilansir dari Antara, Jokowi menjelaskan mengenai motif-motif yang melandasi wacana perpanjangan masa jabatan presiden itu terus bermunculan.

Dalam penjelasannya, setidaknya terdapat tiga motif yang melandasi seseorang atau pun kelompok yang terus memunculkan wacana tersebut.

Motif pertama ialah orang itu ingin menampar wajah Presiden. Lalu yang kedua, orang itu ingin mencari muka. Dan yang terakhir yakni orang itu ingin menjerumuskan Presiden.

Baca Juga

Sementara itu, Fadjroel Rachman selaku Staf Khusus Kepresidenan bidang komunikasi menegaskan bahwa Jokowi telah menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Ia menerangkan bahwa jokowi menolak wacana jabatan presiden tiga periode maupun perpanjangan masa jabatan presiden selama 3 tahun hingga 2027 mendatang.

Penegasan itu ia maksudkan untuk menyikapi pertanyaan awak media terkait dengan wacana perpanjangan masa jabatan presiden  yang kembali mengudara akhir-akhir ini.

Menurut Fadjroel, dalam sikap politiknya, Jokowi secara jelas dan terang benderang mengatakan tidak setuju terhadap segala wacana menyangkut perpanjangan masa jabatan presiden.

“Tidak, tidak, tidak terhadap wacana tiga periode, dan tidak, tidak, tidak terhadap perpanjangan masa jabatan presiden 3 tahun,” tegas Fadjroel.

Meski demikian, Fadjroel menambahkan bahwa perdebatan mengenai perpanjangan masa jabatan presiden tidak bisa dihalangi atau pun dihentikan oleh pihak Istana.

Hal tersebut sebab merupakan hak warga Negara yang dijamin dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945.

Atas pernyataan Jokowi tersebut, presiden berharap agar partai maupun sukarelawan pendukung seharusnya mengerti dan memahami dengan baik.

Jokowi juga berharap agar pihak-pihak tertentu tidak lagi menggunakan isu-isu yang bertujuan untuk memperpanjang masa jabatan presiden termasuk mengenai amandemen UUD Tahun 1945.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.