Terkini.id, Blitar – Seorang pria yang bertempat tinggal di Blitar baru-baru ini menjadi sorotan publik.
Hal itu karena pria yang diduga seorang peternak ayam itu tiba-tiba membentangkan spanduk saat mobil Presiden Joko Widodo beranjak meninggalkan lokasi vaksinasi di area PIPP Kota Blitar menuju Makam Bung Karno, Selasa, 7 September 2021.
Menurut kronologi kejadian, pria itu muncul di antara kerumunan warga yang menyaksikan rombongan Jokowi meninggalkan area PIPP.
Hanya berjarak beberapa meter dari pintu gerbang PIPP, pria tersebut membentangkan poster dengan tulisan ‘Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar’.
Namun, aksi membentangkan poster tersebut tidak berlangsung lama karena tiba-tiba pria tersebut dipegangi oleh pria lainnya yang berdiri persis di sebelahnya.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Adapun Kabagops Polres Blitar Kota Kompol Hari Sutrisno yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menggelandang pria tak dikenal itu dan membawanya ke mobil polisi.
Atas hal itu, anggota DPR RI Fadli Zon mendesak kepolisian membebaskan peternak ayam yang diamankan lantaran membentangkan poster berisi aspirasi tersebut.
Hal itu disampaikan melalui cuitan di akun Twitternya yang dikutip terkini.id pada Rabu, 7 September 2021.
“Peternak ayam sdg dalam kondisi makin terpuruk. Harga telur jatuh sementara pakan ayam mahal,” tulisnya.
“Spanduk itu hanya aspirasi pd @jokowi? agar tahu kondisi sebenarnya n ada jalan keluar bg peternak ayam,” lanjutnya.
“Tlg bebaskan peternak ayam yg bawa spanduk itu,” pungkas Fadli Zon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
