Program 100 Hari Kerja Menteri Syahrul Yasin Limpo Mulai Diperkenalkan di Sulsel

Program 100 Hari Kerja Menteri Syahrul Yasin Limpo Mulai Diperkenalkan di Sulsel

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI Fajri Jufri mengatakan, Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Konstratani) merupakan terobosan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja.

Konstratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Ini adalah terobosan dari Menteri Pertanian untuk menggerakan semua elemen yang ada di setiap daerah,” kata Fajri di Makassar, Senin 25 November 2019.

Menurut Fajri Kementerian pertanian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Harus melibatkan semua komponen anak bangsa, melalui gubernur, bupati, sampai camat.

“Harapan kita pembangunan pertanian bisa lebih maju sehingga semua program yang ada di Kementan akan mendorong peningkatan produktivitas,” katanya.

Bangun Pusat Kendali dan Pemantauan War Room

Baca Juga

Fajri mengatakan, Kementan juga bakal membangun war room untuk memantau daerah yang terancam gagal panen akibat kekeringan.

Lewat teknologi tersebut, Fajri mengatakan, pemerintah bisa mengetahui daerah-daerah yang bakal menggelar panen. Sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengerahkan bantuan alat dan mesin pertanian.

“Pusat pengendali semua ada di pusat, provinsi dan kecamatan,” ungkapnya.

Terkait efektifitas Konstratani, Ia mengatakan bakal mulai digarap tahun ini, dan di wilayah Sulsel akan dibangun di 8 kabupaten, dan 40 kecamatan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, I Wayan Ediana mengatakan gerakan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani) merupakan program Kementerian Pertanian untuk lebih mengoptimalkan peran dari Balai Penyuluh Pertanian yang ada di daerah-daerah.

“Karena program ini baru dan pada tahap awal ini Kementerian Pertanian melakukan tahapan sosialisasi,” kata dia.

Ia mengatakan kegiatan ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan dan dinas di kabupaten atau kota.

Program Konstratani menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani. Agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menyatukan Data Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hoktikultura dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone Sunardi Nurdin menilai, Konstratani khususnya penyatuan data merupakan ide cerdas untuk mengurai masalah kesimpangsiuran data.

“Selama ini data kita selalu berbeda, Disdik beda, pertanahan beda, dan Dinas Pertanian juga berbeda. Padahal itu penting sebagai bahan dasar untuk membuat perencanaan,” kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel Fitriani MP mengatakan, sebagai salah satu provinsi penopang pangan, pemerintah Sulsel siap bersinergi dengan semua elemen.

“Sulsel sudah siap dan komitmen untuk mendukung Konstratani,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.