Ubah Mindset Milenial,Polbangtan Gowa Berikan Workshop Peningkatan Kesadaran Permagangan

Terkini.id, MAKASSAR – Untuk meningkatkan kapasitas kesadaran generasi milenial mengenai pemagangan, sekaligus mengakomodasi kebutuhan wirausaha bidang pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan ‘Workshop Peningkatan Kesadaran Permagangan’  di Hotel Claro, Makassar, 16 – 18 Juli 2021.

Polbangtan Gowa sendiri merupakan Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Sulawesi Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Indonesia memerlukan regenerasi petani dan transfer teknologi untuk mendukung pembangunan pertanian nasional. Terutama, untuk mengubah manajemen usaha.

Baca Juga: Sukses Kembangkan Usaha, Istana Sayur WANUA EWAKO Jadi Tempat Belajar...

“Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Saya yakin di tangan generasi milenial pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai,” tutur Mentan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan program YESS akan meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Petani, Polbangtan Kementan Gencarkan Pendampingan

“Setelah mereka tertarik, kita akan tingkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga mampu menjadi petani milenial atau wirausaha pertanian yang sukses. Kita buktikan bahwa pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, serta dapat  menurunkan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” tegas Dedi.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin,  menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan selama workshop diantaranya memperkenalkan dan mempromosikan program magang YESS kepada pemangku kepentingan pada level provinsi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang menjalin jejaring dengan IDUKA bidang pertanian, untuk mendapatkan list perusahaan dan program magang yang telah dan potensial sebagai tempat permagangan program YESS.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Petani, Polbangtan Kementan Gencarkan Pendampingan

“Kegiatan ini diikuti 34 orang peserta terdiri dari Province Project Implementation Unit  (PPIU), District Coordinating Team (DCT), District Implementation Team (DIT), Mobilizer, Fasilitator Muda dan Mentor,” tutur Syamsuddin.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian yang juga Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti, menjelaskan, YESS dirancang untuk mengembangkan potensi generasi muda dan regenerasi petani di pedesaaan.

“Mereka didorong untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian,” jelasnya.

“Sistem pelatihan pemagangan bersertifikat adalah sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara lembaga di pelatihan dan bekerja secara langsung dibawah bimbingan dan pengawasan instruktur,” ungkap Santi secara virtual.

Ia pun mengharapkan pekerja yang berkompetensi dalam proses produksi barang dan/jasa di perusahaan, hendaknya menguasai keterampilan atau keahlian tertentu, hal ini tentunya harus dibuktikan dengan sertifikat kompetensi tertentu yang diperoleh melalui ujian kompetensi.

Untuk memperkaya khasanah pengetahuan para peserta, dihadirkan narasumber  dari National Project Management Unit (NPMU), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Forum Jejaring Permagangan Propinsi Sulawesi Selatan, Perusahaan (PTPN XIV, PT Mars dan PT. Japfa), LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi selatan, Balai Latihan Kerja Provinsi Sulawesi selatan serta P4S Merapi Jeneponto.

Bagikan