Proses Coklit KPU Makassar Sudah Capai 435.650 Pemilih

Terkini.id, Makassar – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Makassar terus melakukan Pencocokan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Wali Kota Makassar (Pilwali) Makassar 2020.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari mengatakan, sejak dilakukan Coklit pada 15 sampai 26 Juli 2020, yang sudah tercoklit sekitar 41,56 persen atau 435.650 pemilih dari total 1.048.151 pemilih.

“Tim Coklit masih melakukan pemutakhiran hingga 13 Agustus 2020,” kata Endang Sari, Selasa 28 Juli 2020.

Baca Juga: KPU Makassar Lakukan Pemutakhiran DPB, Mengalami Penurunan Pemilih

Tim PPDP melakukan pemutakhiran dengan mendatangi rumah warga, mereka hanya diizinkan mendata di teras rumah warga.

PPDP juga diminta untuk mengikuti protokol kesehatan, mengingat Kota Makassar masih berstatus zona merah.

Baca Juga: Pilkada 2020: Ketua KPU Makassar: Partisipasi Pemilu Paling Tinggi Sepanjang...

“Kami sudah tegaskan petugas disiplin, dipatuhi ketika bertugas menerapkan protokol pencegahan dan hanya melakukan coklit di teras rumah atau di depan pintu pagar. Kami berharap warga lebih proaktif dengan menyiapkan KTP elektonik atau surat keterangan dan Kartu Keluarga,” paparnya.

Anggota KPU Makassar Endang Sari minta warga Kota Makassar membantu mempermudah petugas pencocokan dan penelitian (Coklit) melaksanakan tugas di lapangan.

Warga diharapkan proaktif dengan menyiapkan KTP elektronik atau surat keterangan dan kartu keluarga.

Baca Juga: Sah, KPU Umumkan Danny-Fatma Pemenang Pilkada Makassar

“Agar proses pencocokan dan penelitian data pemilih bisa lebih maksimal. Data Pemilih yang dihasilkan bisa lebih akurat,” ungkap Endang.

KPU dan warga harus bersinergi untuk memastikan setiap pemilih dilayani dengan terdaftar dalam data pemilih. Sehingga hak konstitusional warga untuk memberikan suaranya terpenuhi.

“Banyak kisah haru biru petugas kami di lapangan,” kata Endang.

Bagikan