KPU Makassar Sosialisasi di Kampus UIM

KPU Makassar
Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (Lapar) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar melakukan sosialisasi dalam meningkatkan partisipasi pada Pemilu 2019

Terkini.id, Makassar – Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (Lapar) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar gencar melakukan sosialisasi dalam meningkatkan partisipasi pada Pemilu 2019.

Kali ini KPU menggandeng PMII Komisariat Universitas Islam Makassar (UIM) Cabang Metro Makassar, di Gedung NU Lantai 5, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Direktur Lapar, Muhammad Iqbal Arsyad menyampaikan sosialisasi ini merupakan sosialisasi keempat bersama KPU Kota Makassar yang bertemakan “KPU Goes To Campus, Generasi Milinenial Say No to Golput” sengaja dilaksanakan untuk mendongkrak partisipasi generasi Milenial dalam pemilu 2019 ini.

Menurutnya partisipasi warga negara dalam Pemilu cerminan kualitas demokrasi ke depan.

“Ketika partisipasi rendah maka kualitas dari demokrasi pun akan buruk” jelas Iqbal, Jumat, 12 Maret 2019.

Kegiatan ini menghadirkan, tiga narasumber yakni, Komisioner KPU Makassar, Endang Sari, Peneliti Litbang Agama Makassar, Syamsulrijal Adhan dan Akademisi UIM, Muhajir.

Komisioner KPU Makassar, Endang sari menjelaskan bahwa posisi generasi Milenial seharusnya aktif dalam proses politik tidak hanya sekadar datang memilih namun juga ikut dalam mengawal prosesnya.

“Milenial menjadi pemilih yang cerdas, aktif dalam proses-proses politik. Bukan cuma sekadar datang dan memilih, tetapi mengawal proses tersebut,” tutur Endang.

Muhajir akademisi UIM dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa ukuran demokrasi dimasa mendatang tergantung pada dukungan generasi milenial dalam prosesnya hari ini.

Syamsulrijal Peneliti Litbang menegaskan bahwa dalam proses pemilihan kita harus memiliki komitmen dan memahami konsekuensinya baik untuk negara maupun diri sendiri, sikap Golput tidak lagi relevan untuk kondisi saat ini.

“Dalam proses pemilihan, kita harus punya komitmen, posisi dan pilihan, dengan segala macam konsekuensinya. Baik untuk negara dan diri kita. Sikap untuk tidak memilih, bukan lagi suatu sikap yang relevan untuk kondisi saat ini,” tandas Rijal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini