PSEL Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Tapi Bagaimana Nasib Polusi Udara?

PSEL Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Tapi Bagaimana Nasib Polusi Udara?

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Makassar Mimpi Kota Makassar untuk mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa menjadi taman dan area komersial selangkah lebih dekat dengan dimulainya Proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL)

Proyek ambisius ini dibiayai sepenuhnya oleh PT Sarana Utama Sinergi (PT SUS) dengan nilai investasi Rp3,1 triliun. Pemkot Makassar tidak memberikan kontribusi finansial, melainkan menyediakan lahan seluas 3,1 hektar di TPA Tamangapa.

“Lahan ini akan dimanfaatkan PT SUS untuk mengelola sampah di TPA Tamangapa. Sampah akan disortir, dan yang bisa dijual akan diserahkan ke Pemkot untuk dijual. Sementara yang tidak bisa dimanfaatkan akan dibakar dan dibawa ke PLTSa,” jelas Tim Penilai PSEL, Iksan Latif.

PSEL ditargetkan rampung dalam 10 tahun, dan diyakini mampu mengubah TPA Tamangapa menjadi area yang bersih dan produktif.

“Selama 10 tahun, TPA Tamangapa akan dibersihkan dan ditransformasi menjadi sebuah taman dan area komersial,” tambah Iksan.

Baca Juga

Keberlanjutan proyek ini tidak akan terhambat oleh pergantian kepemimpinan daerah, karena telah dijamin oleh Kementerian Dalam Negeri dan merupakan perintah langsung dari Presiden berdasarkan Peraturan Presiden No. 38 Tahun 2015.

“Wali Kota hanya menjalankan amanah perpres ini, jadi proyek ini akan terus berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” tegas Iksan.

Latar belakang utama pembangunan PSEL adalah kondisi darurat sampah di Makassar, khususnya di TPA Tamangapa. PSEL diharapkan dapat mengatasi permasalahan penumpukan sampah dan menghasilkan energi listrik sebesar 26 megawatt.

“Jadi yang harus di highlight walaupun kapasitas listrik yang dihasilkan 26 megawatt tetapi kami membantu mengatasi permasalahan penumpukan sampah, khususnya yang ada di TPA,” kata Ramdhan, rekan Konsultan PT SUS.

Ramdhan juga menjelaskan bahwa PSEL dilengkapi dengan sistem penyaringan udara berlapis-lapis untuk memastikan gas buang yang dihasilkan memenuhi standar baku mutu Uni Eropa. Sistem ini terdiri dari proses NCR, dehumidifikasi udara, backfilter, dan activated karbon.

“Itu (polusi) juga menjadi konsentrasi kita, sehingga semua kami terapkan di pabrik untuk memastikan gas buang yang dihasilkan nanti sesuai dengan standar baku mutu,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.