Terkini.id – Kemenangan 2–0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, akhir pekan lalu, sempat memberi napas lega bagi PSM Makassar.
Namun di balik euforia itu, klub berjuluk Juku Eja masih dibayangi krisis internal yang berpotensi menghantam musim mereka.
Euforia yang Menyembunyikan Luka
Hasil melawan Persija menjadi kemenangan pertama PSM setelah empat laga tanpa hasil maksimal.
Suporter bersorak, pemain merayakan, dan Tavares memuji perjuangan tim.
- Untuk Pertama Kalinya, Pupuk Subsidi Hadir di Rongkong Luwu Utara
- Momen Pertemuan Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta, Hangat dan Sarat Makna
- Kisah Mengharukan, Ibu Di Mana? Syifa Rindu, 16 Tahun Menanti Pelukan Sang Ibu
- Four Points Makassar Sajikan Beragam Menu Dimsum Lezat untuk Pecinta Kuliner Asia
- Scoopy Night Culture Siap Ramaikan Night Ride Komunitas Honda di Makassar
“Itu kemenangan yang penting,” kata Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal tersebut.
Tetapi, kemenangan ini justru menutupi fakta bahwa fondasi tim sedang rapuh. Mulai dari pramusim kacau, pemain baru telat bergabung, hingga tunggakan gaji yang menumpuk.
Pramusim di Tengah Kompetisi
PSM menjalani pramusim tanpa persiapan matang. Turnamen uji coba minim, kondisi fisik pemain tak merata.
“Kami seperti melakukan pramusim di tengah kompetisi,” ujar Tavares.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
