Terkini.id – Kemenangan 2–0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, akhir pekan lalu, sempat memberi napas lega bagi PSM Makassar.
Namun di balik euforia itu, klub berjuluk Juku Eja masih dibayangi krisis internal yang berpotensi menghantam musim mereka.
Euforia yang Menyembunyikan Luka
Hasil melawan Persija menjadi kemenangan pertama PSM setelah empat laga tanpa hasil maksimal.
Suporter bersorak, pemain merayakan, dan Tavares memuji perjuangan tim.
- Herman Kajang: Jangan Biarkan Nama Kajang Tercoreng oleh Ulah Segelintir Orang
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
“Itu kemenangan yang penting,” kata Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal tersebut.
Tetapi, kemenangan ini justru menutupi fakta bahwa fondasi tim sedang rapuh. Mulai dari pramusim kacau, pemain baru telat bergabung, hingga tunggakan gaji yang menumpuk.
Pramusim di Tengah Kompetisi
PSM menjalani pramusim tanpa persiapan matang. Turnamen uji coba minim, kondisi fisik pemain tak merata.
“Kami seperti melakukan pramusim di tengah kompetisi,” ujar Tavares.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
