Terkini.id – Kemenangan 2–0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, akhir pekan lalu, sempat memberi napas lega bagi PSM Makassar.
Namun di balik euforia itu, klub berjuluk Juku Eja masih dibayangi krisis internal yang berpotensi menghantam musim mereka.
Euforia yang Menyembunyikan Luka
Hasil melawan Persija menjadi kemenangan pertama PSM setelah empat laga tanpa hasil maksimal.
Suporter bersorak, pemain merayakan, dan Tavares memuji perjuangan tim.
- Astra Honda Racing Team Puncaki Klasemen Tim ARRC 2026 Usai Seri Sepang
- Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Sebut Intermediasi Makin Solid
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
“Itu kemenangan yang penting,” kata Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal tersebut.
Tetapi, kemenangan ini justru menutupi fakta bahwa fondasi tim sedang rapuh. Mulai dari pramusim kacau, pemain baru telat bergabung, hingga tunggakan gaji yang menumpuk.
Pramusim di Tengah Kompetisi
PSM menjalani pramusim tanpa persiapan matang. Turnamen uji coba minim, kondisi fisik pemain tak merata.
“Kami seperti melakukan pramusim di tengah kompetisi,” ujar Tavares.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
