Terkini.id – Kemenangan 2–0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, akhir pekan lalu, sempat memberi napas lega bagi PSM Makassar.
Namun di balik euforia itu, klub berjuluk Juku Eja masih dibayangi krisis internal yang berpotensi menghantam musim mereka.
Euforia yang Menyembunyikan Luka
Hasil melawan Persija menjadi kemenangan pertama PSM setelah empat laga tanpa hasil maksimal.
Suporter bersorak, pemain merayakan, dan Tavares memuji perjuangan tim.
- Arodian Molis Buka Showroom di Gowa, Tawarkan Motor Listrik Roda Tiga yang Hemat Biaya 4 Kali Lipat
- Ngaku Rumah Digeledah dan Anak Diancam Diseret Kasus PBG Gowa, Saksi Minta Perlindungan Kapolri dan DPR RI
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
“Itu kemenangan yang penting,” kata Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal tersebut.
Tetapi, kemenangan ini justru menutupi fakta bahwa fondasi tim sedang rapuh. Mulai dari pramusim kacau, pemain baru telat bergabung, hingga tunggakan gaji yang menumpuk.
Pramusim di Tengah Kompetisi
PSM menjalani pramusim tanpa persiapan matang. Turnamen uji coba minim, kondisi fisik pemain tak merata.
“Kami seperti melakukan pramusim di tengah kompetisi,” ujar Tavares.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
