Situasi itu membuat skuad baru menemukan ritme setelah liga berjalan.
Krisis Finansial yang Menggerogoti
Masalah keuangan menjadi duri terbesar. Gaji pemain dan staf tertunggak hampir lima bulan.
“Saya sendiri juga hampir lima bulan tidak menerima gaji,” kata Tavares. Lebih parah lagi, ada staf yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Saya punya staf yang pekan lalu tidak bisa makan malam,” ungkapnya.
- Berkendara Saat Hujan Abu Vulkanik, AHM Bagikan Tips agar Tetap Aman
- Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Makassar-Maros Selasa, 8 September 2026, Berikut Daftar Wilayah dan Jadwalnya
- Kabar Duka, Ibu Mertua Ketua Umum PSMTI Pusat Wilianto Tanta Meninggal Dunia
- Perkuat Integritas Pegawai, Polbangtan Kementan Tegaskan Komitmen Tolak Perjudian Online
- Pertamina Patra Niaga Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi di Sulawesi
Profesionalisme yang Dipertaruhkan
Meski kondisi finansial memburuk, Tavares menegaskan tim tetap berjuang.
“Ini bukan alasan tentang hasil karena saya profesional,” katanya.
Namun ia mengingatkan bahwa kondisi seperti ini tak layak bagi klub besar.
“Kondisi seperti ini tidak bisa terjadi di sepak bola profesional,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
