Terkini.id, Makassar – Senin, 18 Desember 2023, Stadion Brawijaya, Kediri, menjadi saksi insiden panas dalam pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri dan PSM Makassar.
Pertandingan yang semestinya menjadi panggung kehebatan sepak bola, namun sayangnya diwarnai oleh kericuhan yang mengakibatkan pertandingan terhenti lebih dari satu jam.
Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 ini membawa konsekuensi serius bagi kiper muda PSM Makassar, Muh Ardiansyah. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan sanksi larangan bermain selama dua pertandingan setelah Ardiansyah terbukti melakukan provokasi dengan melemparkan objek ke arah suporter Persik Kediri.
Kejadian itu menyebabkan penonton terprovokasi, menciptakan situasi kericuhan yang memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan.
Dalam sidang Komdis PSSI yang dilakukan pada 3 Januari 2024, Ardiansyah tidak hanya dijatuhi hukuman larangan bermain, tapi juga denda sebesar 75 juta rupiah.
- Dukung Tim Kebanggaan, Asmo Sulsel Serahkan 15 Motor ke PSM Makassar
- Walikota Makassar Sambangi Markas Latihan PSM, Suntik Semangat Jelang Laga Tandang
- Asmo Sulsel Coaching Clinic PSM, Edukasi Safety Riding hingga Panggung Bakat di SMAN 21 Makassar
- PSM Makassar Krisis Pemain Jelang Hadapi Malut United
- PSM Makassar vs Persebaya: Ujian Karakter Dua Tim yang Sedang Mencari Stabilitas
Hukuman ini tidak hanya memberikan pukulan pada karir sepak bola pemain berusia 20 tahun itu, tetapi juga merugikan timnya dalam pertandingan mendatang. Dengan larangan bermain tersebut, Ardiansyah dipastikan absen saat PSM Makassar menjamu Persita Tangerang dan Bali United.
Sanksi tidak hanya diberikan kepada pemain, namun juga kepada tuan rumah Persik Kediri. Insiden pelemparan kemasan air mineral oleh penonton di Tribun Selatan membawa denda sebesar 20 juta rupiah bagi Persik Kediri. Selain itu, masuknya sejumlah penonton ke lapangan juga membuat klub tersebut mendapat denda sebesar 50 juta rupiah.
Tidak hanya itu, Mochamad Syahid Nur, seorang official Persik Kediri, juga tidak luput dari sanksi. Protes berlebihan dan tindakan mendorong perangkat pertandingan membuatnya mendapat skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama empat pertandingan, disertai denda sebesar 50 juta rupiah.
Total denda yang harus dibayar oleh Persik Kediri mencapai 120 juta rupiah, sebuah angka yang memberikan dampak finansial yang signifikan bagi klub tersebut. Insiden ini memberikan peringatan serius bagi klub dan pemain mengenai pentingnya menjaga sportivitas dalam pertandingan sepak bola.
Pertandingan yang seharusnya menjadi panggung prestasi sepak bola, kini menjadi catatan kelam dalam sejarah Liga 1, menimbulkan pertanyaan tentang kontrol dan disiplin di dalam lapangan hijau.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
