PSM vs Persija Ditunda, Ribuan Netizen Minta Ratu Tisha Mundur dari Sekjen PSSI

Ratu Tisha
Ribuan netizen minta Sekjen PSSI Ratu Tisha mundur dari jabatannya. (Foto: change.org)

Terkini.id, Makassar – Jagat media sosial dan WhatsApp belakangan dibanjiri unggahan dan pesan terusan yang berisi sebuah petisi tanda tangan meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha mundur dari jabatannya.

Petisi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari masyarakat Makassar, terkhusus pendukung PSM, kepada Ratu Tisha yang mengeluarkan keputusan menunda partai final leg ke-2 Piala Indonesia antara PSM melawan Persija.

Laga final kedua tim seyogyanya digelar pada Minggu, 28 Juli 2019, kemarin di Stadion Andi Mattalata. Namun, karena alasan keamanan pihak Persija meminta agar laga ditunda. Permintaan tim Macan Kemayoran itu pun kemudian dikabulkan oleh Sekjen PSSI.

Diketahui, petisi tersebut dibuat oleh seorang netizen bernama Bahtiar Baso lewat aplikasi charge.org. Dalam petisi itu, dirinya mengklaim sebagai pecinta Sepakbola Tanah Air yang profesional dan anti mafia.

Ratu Tisha
Tangkapan layar Petisi menuntut Sekjen PSSI Ratu Tiha mundur. (Foto: change.org)

Berikut isi petisi Bahtiar Baso:

Menarik untuk Anda:

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha mengeluarkan keputusan menunda pertandingan final Piala Indonesia Leg ke-2 antara tuan rumah PSM Makassar vs Persija Jakarta hingga waktu yang belum ditentukan melalui surat nomor 2709/AGB/536/VII-2019 (Jakarta, 28 Juli 2019).

Atas keluarnya keputusan ini puluhan ribu masyarakat yang hadir di Stadion Mattoangin Mattalatta Makassar dan masyarakat se Indonesia yang telah menanti pertandingan ini batal menyaksikan laga ini. Maka dengan ini kami menyatakan sikap.

Pertama, Sekjen PSSI ikut serta menyebar berita bohong (hoax) dalam suratnnya yang menyatakan bahwa kondisi Makassar tidak aman dan tidak kondusif sehingga menjadi dasar ditundanya laga tersebut.

Padahal sebelumnya TNI dan Polri sudah menjamin keamanan dengan mengerahkan empat kali lipat pengamanan sehingga disimpulkan bahwa PSSI tidak percaya terhadap TNI dan Polri yang seharusnya berwenang menyatakan bahwa kondisi aman atau tidak aman bukan PSSI.

Kedua, Sekjen PSSI melalui suratnya mengeluarkan keputusan penundaan pertandingan 2 jam sebelum kick off yang tidak sesuai dengan aturan regulasi PSSI sendiri dan dengan dalih yang tidak jelas.

Surat yang dikeluarkan PSSI tertanggal di Jakarta padahal Sekjend diwaktu yang bersamaan justru berada di Kota Makassar.

Ketiga, Sekjen PSSI selaku pimpinan PSSI yang juga bertindak selaku operator pelaksana Piala Indonesia tidak bertanggugjawab atas penundaan pertandingan ini, tidak ada satu pun pihak dari PSSI yang hadir di Stadion untuk menyampaikan perihal keputusan penundaan, padahal di dalam dan diluar stadion telah berkumpul puluhan ribu masyarakat yang menanti kejelasan laga ini, begitupun dengan masyarakat yang telah menunggu di depan layar kaca TV.

Keempat, Sekjen PSSI tidak memiliki etikat baik dan tidak menghormati masyarakat pecinta sepak bola khususnya yang berada di Kota Makassar dan Sulsel dengan secara sepihak memutuskan penundaan pertandingan yang sudah jelas pasti akan sangat merugikan pihak PSM Makassar dan terkesan justru memihak si anak papah Persija Jakarta.

Kelima, maka dari itu, kami meminta kepada Sekjend PSSI untuk MUNDUR dari jabatanya karena gagal mengurus sepakbola Indonesia, tidak paham mengurus sepakbola Indonesia. Meminta kepada Presiden Republik Indonesia melalui kementrian Pemuda Olahraga untuk membentuk kepengurusan PSSI sesuai mekanisme yang ada.

Hingga Senin, 29 Juli 2019, pukul 17.42 WITA, petisi tersebut telah ditandatangani oleh 10 ribu lebih netizen.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wanita di Makassar Lempar dan Ancam Robek Alquran, Mengaku Yahudi

Pindahkan Rumah Seorang Diri Dalam Semalam, Pria di Ngawi Pakai Imajinasi Pikiran

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar