Terkini, Makassar – Perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi, PT Vale Indonesia, sedang menggarap paling tidak dua proyek eksplorasi dan pengolahan di Sulawesi Selatan, tepatnya di Luwu Timur. Dua proyek pengembangan tersebut yakni di Blok Tanamalia, dan Sorowako Limonite Ore atau IGP SLO.
Dua proyek ini disiapkan dengan baik. Proyek ini juga bakal menunjang peningkatan produksi nikel PT Vale dalam beberapa tahun mendatang.
Head of Sorowako Limonite Project, Suharpiyu Wijaya menyampaikan, proyek ‘Sorlim’ bukan cuma melakukan aktivitas pertambangan, membangun smelter berteknologi HPAL (high pressure acid leaching). Timnya juga sedang memantapkan rencana pasca-tambang.
Bahkan, sebelum proses pertambangan, beberapa aktivitas terkait juga telah diakukan, seperti studi terkait mangrove hingga terumbu karang di pesisir Malili.
“Sorowako Limonit ini tentu tidak bisa terlepas dari peran komunitas, dan upaya kita untuk memberi dampak ke masyarakat. Mangrove dan terumbu karang (yang bisa terdampak oleh aktivitas tambang) termasuk menjadi base study kita, agar pada tahapan selanjutnya, yakni pasca-tambang nanti, kita bisa kembalikan ekosistemnya seperti awal,” ungkap Suharpiyu saat memberi sambutan penutupan Media Visit Wartawan di Taman Antar Bangsa (TAB), Blok Sorowako, Minggu 27 Juli 2025 lalu.
- Hadiri Reses di Pasar Terong, Cicu Berjanji Koordinasi Soal Kanal Panampu Tanpa Pagar Pengaman
- Dirjen Dikti Terima Audiensi FORKOM PPPI di UHO, Bahas Masa Depan Pendidikan Profesi Insinyur
- DPRD Gowa Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup: Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Daerah
- Ikuti Milad Ke-53 Tingkat Provinsi, IPPK Jeneponto Tegaskan Komitmen Sebagai Mitra Pemerintah Majukan Pendidikan
- RS Regional Mulai Dibangun di Malino, Gowa Siap Jadi Simpul Layanan Kesehatan Wilayah Selatan Sulsel
Menurut dia, persiapan proyek yang memakan investasi sebesar US$1,86 miliar (sekitar Rp29,25 triliun) ini ditargetkan bisa rampung pada 2027 mendatang. Proyek ini akan memproses nikel berkadar rendah (limonit) dengan kadar nikel di bawah 1,50 persen.
“Sorlim ini tidak terlepas dari Blok Sorowako. Secara teknologi (pengolahan nikel) kurang lebih sama. Tapi ada tambahan teknologi untuk mengolah limonit, yang biasanya dibuang di disposal, di Sorlim lomonit ini diolah menjadi produk bernilai tambah. Sehingga ini merupakan misi yang mulia. Kita optimis, tugas untuk menyiapkan lahan, hingga nikel ini bisa diproses bisa rampung dan kita serahkan tahun 2027,” ungkap Suharpiyu.
Proyek Sorowako Limonite PT Vale, atau disebut juga IGP SLO, akan menggunakan pesisir Balantang, Malili, sebagai pelabuhan untuk mengangkut hasil olahan nikel ke negara tujuan ekspor.
Tanamalia Punya Potensi Saprolite dan Limonit yang Tinggi
Sementara, Head of Exploration Tanamalia, Wanni, mengungkapkan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses kajian teknis, studi-studi pendukung terkait keberlanjutan blok yang terletak di bagian tenggara Danau Towuti itu.
“Kawasan ini menyimpan potensi saprolit dan limonit (dua jenis bijih nikel) yang tinggi. Kita optimis proyek ini bisa memberi nilai tambah yang besar untuk negara, dan merupakan komitmen PT Vale untuk memberi yang terbaik untuk masyarakat,” ungkap Wanni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
