Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan bahwa Rizieq Shihab (HRS) adalah nama yang membuat istana sulit tidur.
Hal ini diucapkan Rocky saat berdiskusi dengan Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun dalam program DICECAR (Dialog Cerdas Cara Refly).
“Itu nama yang membuat istana susah tidur,” ujar Rocky sambil tertawa, dilansir dari Galamedia, Minggu, 17 Oktober 2021.
Hal itu karena, menurut Rocky pihak istana selalu bertanya-tanya apa yang hendak dilakukan oleh pendiri Front Pembela Islam (FPI) itu.
“Karena mengiang-ngiang terus di kuping mereka, besok Habib akan undang siapa, besok Habib akan mengucapkan kalimat apa tuh, besok Habib akan diwawancara oleh siapa,” ujarnya.
- Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- Rocky Gerung Beri Tanggapan, Usai Tim PDIP Cabut Laporannya
- Rocky Gerung Akui Sudah Jadi Tersangka
- Kasus Penyebaran Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan
Sehingga, lanjut Rocky, istana kehilangan fokus sebab ada Riziew adalah sumbu politik baru di Jakarta yang akan tumbuh secara nasional.
“Jadi Habib Rizieq berasal dari simpanan memori politik kita tentang perubahan. Kita ingin agar supaya ada pengimbang kekuasaan, maka kita butuh oposisi,” katanya.
Namun, menurut Rocky Gerung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pandangan bahwa demokrasi di Indonesia tidak membutuhkan oposisi.
“Tetapi publik menganggap tanpa oposisi tidak ada kritik itu,” katanya.
Karena ditolak Jokowi, menurut Rocky, kemudian energi oposisi pun berkumpul di Petamburan dan dipimpin oleh Rizieq.
“Jadi salah istana sendiri, kalau ada oposisi orang gak akan berkumpul, mengakumulasi kemarahan dan kejengkelan politik di Petamburan kan,” ungkap Rocky.
“Jadi ini desain yang memang terbentuk secara historis, karena istana menolak oposisi tuh,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, usai pertarungan Pilpres 2019, Jokowi merangkul rivalnya, Prabowo Subianto masuk ke dalam koalisi pemerintahan.
Saat itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa di Indonesia, tidak ada yang dinamakan oposisi.
“Kita ini ingin membangun sebuah demokrasi gotong royong. Jadi perlu saya sampaikan bahwa di Indonesia ini tidak ada yang namanya oposisi kaya di negara lain,” ujarnya pada Kamis, 24 Oktober 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
