Tulisan tentang Ramadan dan Puasa sudah begitu banyak dengan cakupan bahasan dalam berbagai aspeknya.
Mulai dari aspek teologis, ritual ubudiyah, hingga aspek psikologis, akhlak dan mu’amalat. Bahkan berbagai kajian juga tidak luput dari pembahasan tentang aspek keluarga, komunitas dan keumatan.
Jika kita kembali melihat ayat-ayat yang membahas tentang puasa dalam Al-Quran, surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 187, akan didapati bahwa tujuan terpenting dari puasa adalah untuk mencapai ketakwaan.
Taqwa adalah sebuah terminologi keagamaan yang terpenting dan menjadi kesimpulan dari seluruh keislaman seseorang. Dengan kata lain takwa itu menjadi tujuan dari semua rangkaian keislaman kita.
Istimewanya lagi bahwa ayat-ayat puasa semuanya diakhiri dengan fenomena hati dan kejiwaan. Tapi yang lebih menarik lagi kata “takwa” disebutkan dua kali.
- Dirgahayu ke-23 Terkini.id, Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto Harap Tetap Kokoh Menyampaikan Informasi Faktual
- Pemkot Makassar Kedepankan Cara Humanis, 20 Lapak Dibongkar Mandiri
- Aksi AeroTani Mahasiswa Polbangtan Kementan Curi Perhatian di Gerakan Tanam Serempak
- 23 Tahun Terkini.id, Kapolsek Arungkeke Harapkan Tetap Jadi Pelita Informasi Tepercaya di Jeneponto
- Ansariadi, Putra Bulukumba dengan Jejak Global, Kini Pimpin FKM Unhas
Pertama di ayat 183: لعلكم تتقون (agar kamu bertakwa). Lalu kedua pada ayat ke 187 diakhiri dengan: لعلهم يتقون (agar mereka bertakwa).
Seolah ayat-ayat puasa itu dimulai dan diakhiri dengan urgensi ketakwaan.
Kata atau ekspresi “la’alla” dalam bahasa Arab dipahami dengan beberapa pemaknaan. Namun ada dua makna yang terutama.
Kata la’alla bermakna kepastian dan jaminan. Namun kata ini juga bermakna semoga atau harapan.
Jika kedua kata ini dirangkai dalam sebuah pemahaman utuh maka la’alla bermakna sebuah kepastian namun mengharuskan proses dan ikhtiar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
