Apa sesungguhnya tabiat dan kemana arah kehidupan ini. Ketika manusia tidak sadar tentang tabiat dan orientasi hidupnya maka terbebani dan lelah.
Tiga, transformasi ibadah
Secara alami manusia membutuhkan ibadah. Ada dorongan batin untuk mengabdi kepada sosok yang lebih dari dirinya sendiri.
Itu tabiat dasar manusia. Karenanya semua orang melakuan ibadah. Dan jika tidak memiliki petunjuk yang mereka akan beribadah secara salah.
Di bulan Ramadan memungkinkan untuk kita mentransformasi ibadah itu menjadi fondasi pengabdian.
- Dirgahayu ke-23 Terkini.id, Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto Harap Tetap Kokoh Menyampaikan Informasi Faktual
- Pemkot Makassar Kedepankan Cara Humanis, 20 Lapak Dibongkar Mandiri
- Aksi AeroTani Mahasiswa Polbangtan Kementan Curi Perhatian di Gerakan Tanam Serempak
- 23 Tahun Terkini.id, Kapolsek Arungkeke Harapkan Tetap Jadi Pelita Informasi Tepercaya di Jeneponto
- Ansariadi, Putra Bulukumba dengan Jejak Global, Kini Pimpin FKM Unhas
Melalui ragam ubudiyah hidup semakin terarah, baik pada aspek vertikal maupun pada aspek horizontal.
Empat, transformasi mentalitas
Mental manusia sesungguhnya sangat labil. Berbagai ayat dalam Al-Qur’an menggambarkan kelabilan mental manusia. Manusia itu cepat berkeluh kesah, tergesa-gesa, lemah, dan seterusnya.
Semua penggambaran kelemahan manusia ini diakibatkan oleh mentalitas yang lemah. Di sinilah puasa memiliki peranan penting dalam menempah mental menusia menjadi lebih solid. Bulan Ramadan pun dikenal sebagai bulan sabar (syahrus sobar).
Lima, transformasi karakter
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
