Mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pada aspek kehidupan dunia tujuan terpenting dari beragama dan beribadah adalah membangun karakter manusia yang lebih baik.
Karakter ini lebih dikenal dalam bahasa agama dengan akhlak. Dengan agama dan ibadah karakter manusia lebih terbangun menjadi lebih baik dan indah.
Karakter yang baik dan indah itu dikenal dengan husnul khuluq atau akhlak yang baik. Ibadah-ibadah yang dilakukan, termasuk puasa, yang tidak menjadikan pelakunya berkarakter lebih baik adalah ibadah (termasuk puasa) yang gagal.
Enam, transformasi kemanusiaan
Kemanusiaan dalam bahasa agama dikenal dengan kata “insaniah”. Manusia menjadi manusia karena insaniahnya.
- Dirgahayu ke-23 Terkini.id, Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto Harap Tetap Kokoh Menyampaikan Informasi Faktual
- Pemkot Makassar Kedepankan Cara Humanis, 20 Lapak Dibongkar Mandiri
- Aksi AeroTani Mahasiswa Polbangtan Kementan Curi Perhatian di Gerakan Tanam Serempak
- 23 Tahun Terkini.id, Kapolsek Arungkeke Harapkan Tetap Jadi Pelita Informasi Tepercaya di Jeneponto
- Ansariadi, Putra Bulukumba dengan Jejak Global, Kini Pimpin FKM Unhas
Dengan insaniah inilah seseorang akan memiliki rasa (sense) pertimbangan yang benar. Hilangnya kasih sayang dan rasa kemanusiaan (human sense) menjadikan manusia kehilangan jati diri sebagai manusia.
Seseorang boleh saja berbentuk manusia. Tapi hakikatnya dia bukan manusia lagi. Penyebab terutama hilangnya insaniah adalah dorongan material yang kuat dalam diri manusia.
Di sinilah puasa memainkan peranan krusial untuk mengembalikan insaniah (kemanusiaan) manusia.
Tujuh, transformasi fisik
Dalam menyikapi ibadah-ibadah yang kita lakukan seringkali aspek fisik tidak terhiraukan. Padahal semua ibadah dalam Islam memiliki nilai fisik dan material yang signifikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
