Terkini.id, Jakarta – Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Moestar PJ Moeslim menanggapi hasil laporan dari investigasi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang dikenal dengan sebutan Pandora Papers.
Ia mengatakan bahwa saat ini, Partai Golkar lebih mempercayai proses hukum di Indonesia dibanding temuan dari pihak-pihak asing yang belum teruji kebenarannya.
Belum lagi, tuduhan tersebut dilontarkan sebelum terjadi Pilpres 2024. Ia pun mengatakan bahwa ini hanya akal-akalan untuk menjatuhkan nama baik Golkar.
“Apalagi tuduhannya dilontarkan sebelum Pemilu 2024. Yang dituduh, pimpinan Partai Golkar,” ungkap Moestar dikutip dari Viva, Jumat, 8 Oktober 2021.
“Ini sebuah hembusan desas-desus yang ditiupkan untuk menjatuhkan nama baik Partai Golkar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Moestar menuturkan bahwa apabila ada pimpinan atau kader yang terjerat hukum, partainya selalu menghormati vonis dari keputusan hakim di pengadilan.
Katanya, mekanisme punish and reward yang ada di internal partai pun berjalan sesuai ketentuan AD/ART partai yang melihat dari proses hukum di Indonesia.
Atas itu, dia memilih lebih mempercayai proses hukum di Indonesia yang mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Selain itu, Partai Golkar dikatakan masih selalu menghormati hukum positif di Indonesia.
“Jangan terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar,” tutur Wakil Ketua Yayasan Universitas Jayabaya tersebut.
Sebagai informasi, Pandora Papers menyeret Ketua Umum Partai Golkar, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Kedua pejabat di Kabinet Indonesia Bersatu ini dituding menyembunyikan harta kekayaan dan menggelapkan pajak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
