Rapat Anggota Komisariat, Momentum Refleksi dan Meletakkan Arah Masa Depan

Terkini.id, Makassar – Hari ini, Sabtu 30 Januari 2021 menjadi momentum bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah & Keguruan Cabang Gowa Raya untuk bertemu dalam forum Rapat Anggota Komisariat (RAK).

Sebelum terpilihnya formateur yang juga akan menjadi Ketua Umum, berikut ini beberapa catatan untuk menjadi kesempatan sebelum bermulanya kepengurusan setahun yang akan datang.

RAK sebagai bagian sirkulasi kepemimpinan dan juga bagian dari tahapan organisasi harus digunakan sebagai kesempatan mendiskusikan perjalanan organisasi.

Baca Juga: Singgung Aksi BEM UI dan Unnes, Ganjar: Boleh Kok, Saya...

HMI mensyaratkan mahasiswa sebagai identitas pertama, menyusul kemudian Islam. Sehingga tidak semua umat Islam bisa bergabung. Hanya cerdik cendekia yang bisa bergabung.

Dengan semangat ini, maka semua urusan dilandasi dengan identitas kemahasiswaan. Bukan yang lain, dimana ketika ada mahasiswa Islam yang mengirimkan somasi ke pengelola mall, itu sudah mengkhianati dua identitas sekaligus.

Baca Juga: Netizen Sebut Covid Konspirasi Hancurkan Islam, Denny Siregar: Islam Lemah...

Kondisi pandemi yang menjadi suasana setahun terakhir, juga merupakan kesempatan untuk melakukan transformasi digital. 

Dimana perlunya meletakkan digitalisasi tata kelola organisasi. Sekaligus organisasi bukan lagi sebagai kelas bersama, tetapi juga co-working space. Dimana belajar dan bekerja dilakukan sekaligus.

Hanya saja, kita sukar untuk mendapatkan laman web yang sudah dikelola sebagai sekretariat yang menyimpan maklumat organisasi.

Baca Juga: Sindir Netizen Soal Konspirasi, Denny Siregar: Lemah Amat Islam di...

Keberlanjutan, dan kesinambungan organisasi kadang tidak tercermin melalui laman web. Di masa Dies Natalis 2020 satu pertanyaan akhir “sudah adakah website komisariat?”.

Bukan jawaban yang sesungguhnya diperlukan. Hanya saja memang pola piker dengan wawasan digital yang perlu menjadi agenda atau pekerjaan rumah yang harus mulai dipikirkan untuk menjadi bagian gerak langkah organisasi.

Pemilihan ketua umum, hanya satu tahapan dalam RAK. Bagian yang sama pentingnya adalah rekomendasi untuk kepengurusan yang akan datang.

Satu hal lagi, adalah tata kelola pengetahuan. Dimana aktivitas keilmuan yang dilaksanakan perlu diarsiapkan. Melalui medium repository, maka di masa yang akan datang ketika diperlukan dapat diakses kembali.

Dalam satu kesempatan ketika Dr. Muh Yusri dalam proses menyelesaikan disertasinya, mengalami kesulitan untuk mendapatkan data terkait dengan penelitian dalam locus HMI Cabang Gowa Raya.

Bolehjadi, ini bukan hanya kondisi dalam lingkungan cabang tetapi juga sampai pada komisariat dimana pengarsipan yang tidak mengadaptasi perkembangan teknologi informasi.

Akhirnya, selamat melaksanakan RAK. Catatan ini sebagai bagian dalam memenuhi undangan, namun tak dapat bersua secara fisik. Namun, secara ide dan pikiran menyatu dengan proses yang berlangsung.

Bagi pengurus yang telah bekerja selama setahun, bahkan lebih, tentu apresiasi dan terima kasih atas ikhtiar dan tanggungjawab menjaga ritme organisasi. Untuk ketua umum yang akan terpilih, ini adalah kesempatan bekerja, bukan untuk bergaya.

Ismail Suardi Wekke
Peneliti Senior Lembaga Perdana Indonesia

Baca berikutnya
Islam, Iman dan Ihsan
Bagikan