Terkini.id, Makassar – Ratusan Ibu – ibu Nelayan Kodingareng melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan dengan tuntutan tolak dan cabut izin tambang pasir laut oleh Boskalis dan pembangunan Makassar New Port (MNP). Aksi tersebut di lakukan sejak Hari Kamis, 13 Agustus 2020.
Diketahui, tuntutan ibu – ibu nelayan Kodingareng ini di karenakan aktivitas pertambangan pasir laut tersebut sangat meresahkan mereka dan akibatnya para nelayan ini kehilangan mata pencaharian sehingga semakin sulit bagi mereka untuk menafkahi keluarga dan anak – anaknya.
“Keluarga kami, anak – anak kami, jadi sulit makan ikan lagi pak gara – gara tambang pasir laut. Pak Gubernur, keluar temui kami pak, hentikan tambang pasir laut pak”, sorak salah seorang ibu nelayan saat berorasi.
Selain menuntut penghentian tambang pasir laut dan pencabutan izin tambang, ibu – ibu nelayan ini juga menuntut kegiatan pembangunan yang berada di sekitar tempat mereka karena di anggap sangat merugikan mereka.
Ratusan ibu – ibu tersebut kembali bersorak mengatakan bahwa, Paluka pasir, paluka pasir, paluka pasir. Paballe – balle, paballe – balle, paballe – balle.
- Siap-siap! Polresta Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pungli Perizinan di Pemkab Gowa
- BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
- Mahasiswa KKN Unhas Dampingi 15 UMKM Miliki Identitas Digital melalui Google Maps di Desa Bontomanai
- Pemkab Bulukumba Dukung Aspirasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU Lonsum untuk Kepentingan Masyarakat
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
Aksi tersebut dilanjutkan dengan Khataman Al-Qur’an di malam harinya sebagai salah satu cara mendoakan dan melawan segala bentuk kezaliman pemerintah terhadap nelayan dan perempuan pesisir terdampak. Khataman di pimpin oleh beberapa organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Santri Makassar.
“Aksi ini sudah di lakukan berulang kali, tapi hingga hari ini Gubernur masih mengabaikan tuntutan nelayan dan perempuan pesisir. Gubernur diam dan tidak pernah sedikit pun mendengar aspirasi rakyatnya sendiri”, ungkap Iis salah satu peserta aksi dari ASP.
Hingga hari Jumad, 14 Agustus 2020, ratusan ibu – ibu nelayan masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan menunggu Gubernur datang menemui mereka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
