Terkini.id, Makassar – Ratusan Ibu – ibu Nelayan Kodingareng melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan dengan tuntutan tolak dan cabut izin tambang pasir laut oleh Boskalis dan pembangunan Makassar New Port (MNP). Aksi tersebut di lakukan sejak Hari Kamis, 13 Agustus 2020.
Diketahui, tuntutan ibu – ibu nelayan Kodingareng ini di karenakan aktivitas pertambangan pasir laut tersebut sangat meresahkan mereka dan akibatnya para nelayan ini kehilangan mata pencaharian sehingga semakin sulit bagi mereka untuk menafkahi keluarga dan anak – anaknya.
“Keluarga kami, anak – anak kami, jadi sulit makan ikan lagi pak gara – gara tambang pasir laut. Pak Gubernur, keluar temui kami pak, hentikan tambang pasir laut pak”, sorak salah seorang ibu nelayan saat berorasi.
Selain menuntut penghentian tambang pasir laut dan pencabutan izin tambang, ibu – ibu nelayan ini juga menuntut kegiatan pembangunan yang berada di sekitar tempat mereka karena di anggap sangat merugikan mereka.
Ratusan ibu – ibu tersebut kembali bersorak mengatakan bahwa, Paluka pasir, paluka pasir, paluka pasir. Paballe – balle, paballe – balle, paballe – balle.
- PT Vale Terus Perkuat Tata Kelola ESG, Skor Risiko Keberlanjutan Turun Hampir 20 Persen pada 2025
- Wali Kota Munafri: Makassar Half Marathon 2026 Hidupkan Pariwisata dan UMKM, Effect bagi PAD Kota
- PT Nindya Karya Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Proyek Sekolah Rakyat Takalar
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Kompak Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE/2026
- LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Siap Gelar Pelantikan dan Raker, Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Aksi tersebut dilanjutkan dengan Khataman Al-Qur’an di malam harinya sebagai salah satu cara mendoakan dan melawan segala bentuk kezaliman pemerintah terhadap nelayan dan perempuan pesisir terdampak. Khataman di pimpin oleh beberapa organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Santri Makassar.
“Aksi ini sudah di lakukan berulang kali, tapi hingga hari ini Gubernur masih mengabaikan tuntutan nelayan dan perempuan pesisir. Gubernur diam dan tidak pernah sedikit pun mendengar aspirasi rakyatnya sendiri”, ungkap Iis salah satu peserta aksi dari ASP.
Hingga hari Jumad, 14 Agustus 2020, ratusan ibu – ibu nelayan masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan menunggu Gubernur datang menemui mereka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
