Ratusan Warga Lumajang Berunjuk Rasa Tuntut Penendang Sesajen Diproses Hukum

Terkini.id, Jakarta – Ratusan warga Lumajang berunjuk rasa di kantor DPRD Lumajang. Warga menuntut Hadfana Firdaus, tersangka pembuang dan penendang sesajen di Semeru diproses hukum di Lumajang.

Dalam askinya, massa yang mengatasnamakan diri sebagai Laskar Barisan Indonesia menegakkan Keberagaman atau Bhinneka membawa dua buah sesajen. Massa juga membawa sejumlah poster yang salah satunya bertuliskan ‘tolak intoleransi, merawat nusantara jati diri bangsa, tegakkan keadilan’.

Selain tuntutan agar Hadfana diproses hukum di Lumajang, massa juga meminta Pemkab Lumajang mendata secara detail relawan yang bertugas dalam penanganan bencana Semeru agar tidak dimasuki oknum intoleran.

Baca Juga: Rusak Sesajen Umat Hindu, Oknum Warga: Saya Komitmen dengan Pancasila

“Kami meminta proses hukum pelaku intoleran diproses di kabupaten Lumajang sera meminta Pemkab Lumajang melakukan pendataan kepada relawan agar tidak ditunggangi oleh kelompok intoleran,” ujar Koordinator Aksi Mansyur Hidayat, Senin 17 Januari 2022 dikutip dari laman detikcom.

Tak hanya itu, massa aksi meminta lokasi peristiwa penendangan sesaji yaitu desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang dijadikan contoh desa Bhinneka Tunggal Ika karena warga menilai desa tersebut berdasarkan sejarah dan proses kehidupannya menjujung tinggi kerukunan umat beragama.

Baca Juga: Sambil Beri Bantuan Korban Bencana, FPI Minta Warga Buat Pernyataan...

Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin pun menyetujui tuntutan para peserta aksi di kantor DPRD Lumajang.

“Sudah kita sepakati dengan pimpinan DPRD lainnya. Kami setuju dan sepakat dengan tuntutan Laskar Bhinneka karena Pancasila harus kita jaga dan NKRI harga mati,” ujar Anang Ahmad.

Sementara itu polisi menyatakan proses hukum pelaku pembuangan dan penendang sesajen akan dilakukan secara profesional.

Baca Juga: Sambil Beri Bantuan Korban Bencana, FPI Minta Warga Buat Pernyataan...

“Terima kasih kehadiran dan dukungannya kepada Polri dalam penegakan proses hukum tersangka sesajen. Ini wujud kecintaan masyarakat terhadap Polri. Nanti akan ditangani secara profesional,” ujar Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Ariyanto.

Bagikan